Niat Cari Sayuran, Lansia di Bengkulu Selatan Terseret Arus Sungai

Bengkulu Selatan, Satujuang.com – Peristiwa nahas menimpa seorang kakek lanjut usia yang dilaporkan tewas setelah terseret arus sungai saat hendak mencari sayuran di kawasan perkebunan warga, Minggu (1/11/26).

Korban diketahui bernama Sahiri (75), seorang petani yang beralamat di Desa Muara Pulutan, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Insiden memilukan tersebut berlangsung di aliran Sungai Air Bengkenang yang melintasi wilayah perkebunan Desa Muara Pulutan sekitar pukul 12.45 WIB.

Niat korban untuk memetik sayuran segar bersama rekannya berujung petaka ketika debit air dan arus sungai mendadak menyapu keseimbangan tubuhnya.

Sebelum kejadian maut berlangsung, korban berangkat dari rumah menuju areal perkebunan bersama rekan sebayanya yang juga warga setempat, Minusia (75).

Keduanya berjalan kaki menyusuri jalan setapak perkebunan sebelum akhirnya tiba di tepi aliran sungai yang harus mereka seberangi.

Guna mengantisipasi derasnya aliran air, kedua lansia tersebut sepakat untuk saling bergandengan tangan saat mulai menapaki bebatuan sungai.

Mereka berjalan perlahan secara beriringan sembari berpegangan erat satu sama lain demi menjaga pijakan kaki tetap kokoh.

Namun, situasi mendadak berubah drastis ketika langkah kaki keduanya telah mencapai bagian tengah aliran Sungai Air Bengkenang.

Saat berada di titik terdalam, Sahiri meminta rekannya untuk melepaskan genggaman tangan karena merasa dirinya masih kuat untuk melangkah sendirian.

Minusia yang mengira kondisi rekannya aman kemudian menuruti permintaan tersebut dan melanjutkan langkah menuju daratan di seberang sungai.

Setibanya di tepian daratan, Minusia spontan menoleh ke belakang untuk melihat posisi korban yang tertinggal di belakangnya.

Rasa terkejut seketika menyelimuti Minusia saat mendapati Sahiri sudah tidak lagi terlihat berdiri di tengah lintasan air sungai.

Menyadari rekannya telah lenyap dan terseret arus sungai, Minusia langsung berteriak histeris sekuat tenaga meminta pertolongan warga sekitar.

Jeritan panik dari arah sungai tersebut beruntung didengar oleh Sudin (70), seorang warga yang saat itu sedang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Mendengar teriakan darurat itu, Sudin bergegas memanggil warga perkebunan lainnya untuk segera melakukan operasi pencarian cepat di sepanjang bantaran aliran air.

Puluhan warga langsung menyisir aliran Sungai Air Bengkenang dengan menelusuri titik-titik palung dan pusaran air tempat korban diduga hanyut.

Upaya pencarian mandiri oleh masyarakat tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 13.15 WIB atau setengah jam setelah korban dilaporkan hilang.

Jasad Sahiri ditemukan tersangkut di aliran sungai dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri dan lemas.

Warga setempat langsung mengevakuasi tubuh korban ke daratan dan membawanya menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasanuddin Damrah Manna guna penanganan medis darurat.

Setibanya di ruang gawat darurat rumah sakit, tim medis segera melakukan pemeriksaan fisik secara intensif terhadap denyut nadi dan organ vital korban.

Namun takdir berkata lain, dokter pemeriksa di rumah sakit menyatakan bahwa nyawa Sahiri sudah tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Aparat kepolisian dari sektor setempat langsung bergerak cepat setelah menerima kabar duka perihal musibah orang tenggelam di kawasan perkebunan tersebut.

Kapolsek Seginim Iptu Walington Sinurat membenarkan adanya laporan mengenai warga Desa Muara Pulutan yang meninggal dunia akibat terseret arus sungai.

“Ya benar, memang ada satu orang warga yang meninggal dunia setelah terseret di Sungai Air Bengkenang,” terang Iptu Walington Sinurat saat memberikan konfirmasi resmi.

Iptu Walington menjelaskan bahwa begitu laporan dari masyarakat masuk, pihaknya langsung menerjunkan regu piket dan unit intelijen ke lokasi kejadian.

“Personel Unit Intel bersama anggota piket Polsek Seginim telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut,” jelas Kapolsek.

Di lokasi kejadian perkara, personel kepolisian mencatat keterangan runut dari para saksi mata, termasuk Minusia selaku rekan korban dan Sudin yang ikut mengevakuasi tubuh korban.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian dan keterangan saksi, aparat penegak hukum memastikan peristiwa ini murni kecelakaan tunggal saat menyeberang sungai.

Pihak kepolisian menegaskan tidak menemukan adanya indikasi maupun unsur dugaan tindak pidana di balik tewasnya petani lansia tersebut.

Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah almarhum Sahiri diantar dari rumah sakit menuju rumah duka di Desa Muara Pulutan menggunakan mobil ambulans.

Kedatangan mobil jenazah disambut tangis haru sanak keluarga dan para tetangga yang tidak menyangka kepergian korban yang begitu cepat.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, jenazah almarhum langsung disiapkan untuk prosesi pemakaman pada hari yang sama.

Jasad almarhum Sahiri dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Muara Pulutan dengan diantar oleh segenap keluarga dan warga setempat.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima musibah tenggelam ini dengan ikhlas dan memandangnya sebagai ketetapan takdir. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *