Kota Bengkulu, Satujuang.com – Anggota DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto, berjanji mengawal tuntas pengusutan kasus dugaan penyelewengan bantuan beras di tingkat kelurahan yang menyeret oknum PPPK berinisial M.
Komitmen pengawasan dari pihak legislatif ini mengemuka di tengah aksi bungkam jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu pasca-terungkapnya rekam jejak penyimpangan pelaku.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menegaskan bakal menindaklanjuti kejanggalan penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat bawah tersebut, Sabtu (3/10/26).
“Kita akan kawal, nanti aku cek lagi,” tegas Dediyanto saat dikonfirmasi.
Dugaan penyimpangan di kantor kelurahan tersebut sejatinya telah berlangsung lama.
Pengurus lingkungan setempat menyebut oknum M sudah dua kali dilaporkan atas kasus serupa sejak empat tahun lalu, saat ia masih berstatus petugas kebersihan (cleaning service).
Meski musyawarah tingkat kecamatan yang melibatkan RT, RW, Lurah, hingga unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa sempat menyepakati sanksi.
Bukannya memberikan contoh ketegasan kepada warga, Pemkot malah menaikkan status oknum M menjadi PPPK dua tahun kemudian.
Selain dugaan penyelewengan fisik bantuan, sistem pendataan penerima manfaat sejumlah bantuan lain di kelurahan itu disinyalir sarat praktik nepotisme dengan mengutamakan kedekatan kekeluargaan.
Sikap tegas Dediyanto memberikan harapan baru bagi warga yang selama ini jenuh dengan dalih pembinaan dari pihak pemerintah daerah tanpa adanya penindakan nyata.
“Dari dulu ngomongnya pembinaan-pembinaan, tapi terus terulang. Apa yang dibina?” keluh salah seorang warga setempat.
Sementara itu, jajaran pejabat Pemkot Bengkulu terkesan enggan memberikan penjelasan resmi terkait penanganan skandal bantuan pangan ini.
Camat Sungai Serut Abriadi, hingga Pj Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah memilih bungkam dan tidak merespons konfirmasi wartawan hingga berita ini diterbitkan.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, juga belum memberikan jawaban sikap apa yang akan dia lakukan dalam polemik ini.
Sementara Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing yang sebelumnya sempat bersuara, saat ini ikut barisan memilih bungkam juga.
Sikap bungkam jajaran pejabat Pemkot ini seakan membenarkan informasi dari warga bahwa ada pihak berpengaruh yang melindungi oknum tersebut dibelakang layar.
Sehingga menyebabkan jajaran pejabat Pemkot mendadak lumpuh dalam mengambil keputusan tegas.
Perkara ini pun secara tidak langsung menjadi ujian bagi Pemkot Bengkulu yang selalu menggaungkan slogan “Bantu Rakyat”. (Red)












