Tak Hanya di Soeta, Bandara Fatmawati Bengkulu Juga Kena Dampak Erupsi Anak Krakatau

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya melumpuhkan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), tetapi juga merembet hingga ke Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu (BKS), Minggu (6/9/26).

Terganggunya penerbangan di bandara hub utama Jakarta tersebut memicu efek domino yang mengakibatkan sedikitnya 14 jadwal penerbangan dari dan menuju Bengkulu terpaksa ditunda hingga dibatalkan.

Sebanyak 14 penerbangan yang terdampak berasal dari empat maskapai, yakni Batik Air, Super Air Jet, Citilink, dan Susi Air.

Jadwal yang terganggu mencakup rute Bengkulu–Jakarta, Jakarta–Bengkulu, serta penerbangan perintis Bengkulu–Mukomuko.

General Manager Angkasa Pura II Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, menjelaskan bahwa keputusan pembatalan atau penundaan berada di tangan pihak maskapai akibat terganggunya rotasi armada.

“Untuk di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu sampai saat ini airline atau maskapainya memutuskan untuk cancel flight atau menunda penerbangan ketika hub pertama yaitu Bandara Soekarno-Hatta terjadi kendala untuk take-off, maka akan berdampak domino pada rotasi pesawat,” terang Trisna.

Dampak pembatalan penerbangan ini dirasakan langsung oleh calon penumpang, salah satunya Andre, warga yang tertahan di Jakarta usai penerbangannya menuju Bengkulu batal mengudara.

“Saya tidak bisa berangkat, kembali ke Bengkulu,” ujar Andre.

Sementara itu di Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26 dan A3344/26 setelah pengujian paper test membuktikan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan aerodrom.

Penutupan sementara di Bandara Soekarno-Hatta tersebut berdampak langsung pada 209 pergerakan penerbangan serta memengaruhi sedikitnya 22.798 penumpang, baik rute domestik maupun internasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak erupsi ini.

“Penyesuaian operasional akan dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan dengan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” tegas Lukman.

Meskipun ratusan penerbangan terganggu, Kemenhub memastikan sebanyak 170 unit pesawat yang terparkir di apron Bandara Soekarno-Hatta berada dalam kondisi aman.

Otoritas bandara mengimbau para calon penumpang di Bengkulu maupun Jakarta untuk selalu memantau pembaruan informasi jadwal resmi dari masing-masing maskapai. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *