Angkat Kuliner Lokal, Anggota DPR RI Nurhadi Gelar Festival Es Campur Indonesia di Blitar

2 menit baca

Blitar, Satujuang.com – Dalam rangka mempererat kebersamaan pada momen HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Anggota DPR RI Fraksi NasDem Komisi IX, Nurhadi, menggelar Festival Es Campur Indonesia di Gaujari Palace, Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Kegiatan seru tersebut dikemas menarik melalui Lomba Penyaji Es Campur Terlezat untuk mencari sepuluh racikan rasa es campur terbaik dari para peserta.

Nurhadi mengungkapkan, gagasan menggelar festival unik ini terinspirasi dari pengalamannya saat turun ke desa-desa yang kerap menemui es campur sebagai kuliner khas merakyat.

“Saya memang suka hal-hal yang unik dan berbeda. Festival Es Campur Indonesia ini saya angkat karena es campur sering saya temui saat berkeliling dari desa ke desa. Es campur adalah kuliner kearifan lokal yang perlu kita angkat menjadi ikon, khususnya di Kabupaten Blitar,” ujar Nurhadi, Selasa (25/8/26).

Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Selain didominasi kelompok ibu-ibu, ajang ini juga diikuti oleh sejumlah jurnalis yang turut unjuk kebolehan meramu es segar tersebut.

Melihat respons positif masyarakat, legislator NasDem ini berencana mereplikasi ajang serupa di wilayah daerah pemilihan (dapil) lainnya, seperti Kediri dan Tulungagung, sekaligus merintis peluang usaha kuliner berbasis penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kalau ini menjadi daya tarik, tahun depan akan kita selenggarakan lagi di Kediri. Es campur ini juga menginspirasi saya untuk membuka unit usaha resto es campur di Blitar, Kediri, atau Tulungagung demi membantu pemerintah menyerap tenaga kerja,” jelasnya.

Di sisi lain, Nurhadi turut menyoroti pentingnya kehadiran figur pimpinan di tengah dinamika sosial dan ekonomi masyarakat saat ini.

“Di usia ke-81 RI ini, kita prihatin dengan dinamika di media sosial yang cukup masif mengkritik kebijakan yang kurang berpihak pada rakyat kecil. Ini cerminan bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk hadir langsung melihat realita lapangan. Jika pemimpin mau hadir langsung di tengah masyarakat, suasana akan terasa lebih adem,” pungkasnya. (Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *