Rejang Lebong, Satujuang.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Bengkulu mengungkap temuan krusial terkait proyek pembangunan irigasi perpipaan senilai Rp2,5 miliar pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong.
Dalam Laporan Pertanggungjawaban APBD TA 2025, proyek fisik tersebut dinilai mengalami kegagalan total akibat perencanaan yang asal-asalan.
Pipa irigasi yang dibangun sama sekali tidak dapat berfungsi untuk mengalirkan air ke lokasi persawahan baru.
Kegagalan proyek irigasi ini berdampak langsung pada kelangsungan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang diselaraskan dengan kebijakan strategis Presiden RI Prabowo Subianto.
Temuan ini senada dengan kekecewaan yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Padang Ulak Tanding (PUT), Ishak Burmansyah.
Ia menyuarakan kekecewaan mendalam atas terbengkalainya ratusan hektare lahan sawah di Desa Tanjung Gelang Kecamatan Kota Padang.
Ia mengungkapkan bahwa masyarakat setempat sebenarnya telah beriktikad baik dengan merelakan lahan perkebunan milik mereka untuk dicetak menjadi area persawahan.
“Hingga saat ini sawah belum bisa beroperasi karena irigasi yang gagal. Padahal masyarakat sudah dengan sukarela merelakan kebun mereka demi mendukung program Presiden Prabowo. Hamparan tanah tersebut hanya menjadi pemandangan tanah kuning tanpa adanya padi satu batang pun,” tegas Ishak.
Fakta di lapangan ini bertolak belakang dengan pernyataan optimistis Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong pada akhir tahun lalu.
Pada Desember 2025, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong, Suradi Ripai, sempat mengklaim bahwa pencetakan 604 hektare sawah baru di daerah tersebut telah rampung 100 persen.
Pihak dinas kala itu menyebut pengerjaan tinggal menyelesaikan pemasangan pipa jaringan air sepanjang 2,8 kilometer dari Bukit Balai Rejang menuju area persawahan di Desa Tanjung Gelang.
Namun, laporan resmi Pansus DPRD Provinsi Bengkulu mengonfirmasi bahwa pengadaan proyek perpipaan Rp2,5 miliar tersebut justru gagal fungsi, menyebabkan 400 hektare lahan sawah baru yang digadang-gadang tersebut mangkrak tanpa pasokan air. (Red)












