Blitar, Satujuang.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Blitar memanfaatkan momentum Blitar Expo ke-702 untuk memperluas edukasi publik.
Ajang yang berlangsung di Alun-Alun Kanigoro pada Kamis (6/8/26) tersebut difokuskan untuk mempromosikan pelayanan Keluarga Berencana (KB) serta menggalakkan gerakan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan pameran tahunan memperingati Hari Jadi Blitar ke-702 ini mengusung tema Manggih Daharha Blitar Kuncara (Rakyat Sejahtera Blitar Berjaya).
Kepala Dinas P3APPKB Kabupaten Blitar, Hendry Bagus Dwitanto, menegaskan pentingnya perlindungan anak sejak dini demi mempersiapkan generasi berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.
Bagus menjelaskan, anak memiliki peran ganda yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, yakni sebagai pelopor sekaligus pelapor.
“Anak sebagai pelopor artinya menjadi penggerak pembangunan, sedangkan sebagai pelapor artinya mereka memiliki hak-hak dasar yang wajib dipenuhi orang tua, seperti hak hidup, hak kesehatan, serta hak mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Bagus.
Dinas P3APPKB mencatat adanya penurunan grafik kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Blitar secara signifikan dalam kurun tiga tahun terakhir:
- Tahun 2024: Kurang lebih 62 kasus
- Tahun 2025: Turun menjadi 34 kasus
- Tahun 2026 (berjalan): Tercatat sementara 30 kasus
Bagus berharap sosialisasi masif yang terus dilakukan mampu menekan angka kekerasan hingga mencapai zero case pada akhir tahun 2026, sekaligus mewujudkan visi Bupati Blitar dalam menciptakan Kabupaten Layak Anak (KLA).
“Harapan kami di akhir tahun 2026 tidak ada lagi kasus kekerasan anak di Kabupaten Blitar. Kami ingin daerah ini benar-benar ramah anak dan menjadi Kabupaten Layak Anak,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Bagus menekankan bahwa perlindungan terhadap anak dan perempuan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat.
Salah satu langkah nyata yang diusung Pemkab Blitar adalah penguatan ikatan keluarga melalui terbitnya Surat Edaran (SE) Bupati terkait Gerakan Ayah Teladan.
Melalui gerakan ini, para ayah didorong untuk terlibat aktif dalam pengasuhan anak secara langsung, di antaranya melalui gerakan mendampingi atau mengambil rapor anak di sekolah serta gerakan rutin mengantar anak ke sekolah. (Herlina)











