Cegah Kekerasan Anak, Pemko Batam dan TP-PKK Ajak Masyarakat Berkontribusi

2 menit baca

Batam, Satujuang.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa upaya mencegah kekerasan terhadap anak harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Amsakar menyikapi Pelatihan Penyuluhan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam.

Ia menekankan bahwa sekolah dan lingkungan sekitar harus menjadi ruang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan membangun karakter tanpa rasa takut.

“Pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat harus bergerak bersama mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Korban kekerasan akan mengalami trauma yang dapat berdampak pada kondisi psikologisnya hingga dewasa. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas,” tegas Amsakar.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, mengajak seluruh masyarakat dan elemen sekolah untuk berani menjadi pelopor sekaligus pelapor apabila menyaksikan indikasi tindak kekerasan.

Menurut Erlita, perlindungan terhadap anak merupakan amanah bersama yang tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja demi menjamin masa depan generasi penerus bangsa.

“Anak-anak adalah titipan yang harus kita jaga bersama. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Guna memperkuat benteng pencegahan dari akar rumput, TP-PKK Kota Batam juga menjalankan Program Pembinaan Budi Pekerti yang telah dilaksanakan secara masif di 12 kecamatan.

Lewat program tersebut, para pelajar diedukasi mengenai pentingnya sikap saling menghormati, menghentikan praktik perundungan (bullying), serta membangun budaya sekolah yang ramah dan inklusif.

“Kami ingin tidak ada lagi perundungan di sekolah. Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” kata Erlita.

Melalui sinergi ini, Pemko Batam berharap kesadaran seluruh warga sekolah dan masyarakat semakin meningkat dalam mengidentifikasi, mencegah, serta menangani kasus kekerasan anak sejak dini. (NIP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *