Bengkulu, Satujuang.com – Menanggapi keluhan masyarakat terkait antrean kendaraan angkutan yang mengular panjang, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Kota Bengkulu tetap berjalan optimal.
Kepadatan yang terjadi di beberapa titik, salah satunya di SPBU Bumi Ayu, diklaim akibat meningkatnya konsumsi Biosolar pada waktu-waktu tertentu.
Selain itu, letak geografis SPBU yang berada di jalur strategis menuju kawasan Pelabuhan Pulau Baai turut memengaruhi tingginya aktivitas kendaraan angkutan logistik yang mengantre.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi lapangan secara berkala agar pelayanan kepada masyarakat tetap lancar.
“Untuk mendukung kelancaran pelayanan, Pertamina telah menambah penyaluran Biosolar di SPBU dengan konsumsi tinggi sesuai ketentuan,” ujar Rusminto.
Selain itu mereka juga memastikan stok tersedia sejak pagi, mengoptimalkan pengaturan antrean oleh petugas marshal.
“Serta terus memantau penyaluran agar Biosolar subsidi diterima oleh konsumen yang berhak,” imbuhnya.
Pertamina mencatat rata-rata penyaluran Biosolar di wilayah Bengkulu berada di kisaran 344 Kilo Liter (KL) per hari.
Guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat belakangan ini, Pertamina mengambil kebijakan dengan menambah volume penyaluran harian sekitar 20 persen di atas rata-rata penyaluran normal tersebut.
Menyikapi kekhawatiran warga mengenai adanya dugaan praktik kecurangan berupa pengisian BBM subsidi secara berulang kali, Pertamina menegaskan telah memperkuat sistem pengawasan digital di setiap dispenser pengisian.
Sistem verifikasi di lapangan kini diperketat melalui pemantauan kesesuaian transaksi, integrasi QR Code Subsidi Tepat, serta pencocokan nomor polisi kendaraan yang masuk jalur antrean.
“Pertamina memastikan akan mengambil tindakan tegas berupa pemblokiran masuk daftar hitam (negative list) bagi kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan atau pelangsiran,” tegas Rusminto.
Jika sudah diblokir, kendaraan tersebut dipastikan tidak dapat lagi melakukan transaksi Biosolar subsidi.
Pihak Pertamina turut mengimbau masyarakat untuk tetap tertib mematuhi arahan petugas marshal selama berada di area SPBU.
Warga yang menemukan adanya dugaan penyimpangan distribusi di lapangan juga diharapkan segera melapor melalui Pertamina Contact Center 135. (Red)











