Satujuang, Kota Bengkulu- Menjelang Ramadan 2026, Harga Bahan Pokok Bengkulu di sejumlah pasar tradisional mulai merangkak naik, memicu kekhawatiran daya beli masyarakat.
Kenaikan signifikan terlihat pada beberapa kebutuhan dapur. Harga cabai merah kini mencapai Rp60.000 per kilogram, disusul tomat seharga Rp15.000 per kilogram, dan daging ayam bertengger di angka Rp45.000 per kilogram.
Kenaikan Harga Bahan Pokok Bengkulu, khususnya daging ayam yang mencapai Rp45.000 per kilogram, menjadi sorotan utama.
Kondisi ini memaksa banyak ibu rumah tangga terpaksa mengurungkan niat belanja daging dan beralih ke lauk pauk yang lebih terjangkau.
“Tadinya mau beli ayam untuk stok di rumah, tapi pas dengar harganya Rp45 ribu, nggak jadi. Akhirnya beli telur dan tahu-tempe saja yang penting dapur tetap ngebul,” ungkap salah seorang pembeli saat diwawancarai Minggu (15/2/26).
Keluhan serupa juga datang dari pedagang yang mengaku omzetnya menurun.
Pembeli yang biasanya membeli dalam hitungan kilogram, kini hanya membeli dalam jumlah eceran kecil.
Terkait lonjakan harga ini, otoritas setempat menyebut pemantauan terhadap para pemasok dan pedagang besar terus dilakukan.
Sementara itu, ketersediaan stok pangan untuk kebutuhan Ramadan diklaim masih mencukupi.
Data Harga Bahan Pokok Bengkulu di Pasar Minggu Bengkulu pada Februari 2026 menunjukkan beberapa komoditas.
Daging ayam tercatat Rp45.000 per kilogram, cabai merah keriting antara Rp52.000 hingga Rp60.000 per kilogram, dan daging sapi segar Rp130.000 per kilogram.
Selain itu, telur ayam ras mencapai Rp52.000 per karpet, minyak goreng Kita Rp16.000 per liter, serta beras SPHP (5 kg) seharga Rp60.000.
Masyarakat berharap tren kenaikan ini segera melandai. Hal ini agar persiapan menyambut bulan puasa tidak terbebani oleh tingginya biaya kebutuhan pokok. (Red)











