Tabliq Akbar Habib Rizieq Berujung Tawuran: Medsos Diduga Picu Konflik

2 menit baca

Satujuang, Pemalang – Suasana damai dalam Tablig Akbar yang di gelar oleh Habib Rizieq Shihab di Lapangan Pegundan, Kabupaten Pemalang, berubah menjadi kericuhan hebat pada Rabu malam. Insiden tersebut menyebabkan puluhan peserta mengalami luka-luka akibat bentrokan antara dua kelompok massa, Rabu (23/7/25).

Menurut laporan dari kepolisian, kerusuhan pecah sekitar pukul 21.30 WIB, setelah acara keagamaan utama usai. Bentrokan terjadi antara kelompok Laskar Sabilillah dari organisasi PWI.LS (Persatuan Warga Islam – Laskar Sabilillah) dan simpatisan dari FPI (Front Persatuan Islam).

Ketegangan yang sebelumnya mencuat di media sosial diduga menjadi pemicu utama konflik di lapangan.

Beberapa akun di ketahui menyebarkan narasi saling tuding dan provokasi antara kedua kubu menjelang acara, memperkeruh suasana menjelang kehadiran Habib Rizieq.

Aparat keamanan yang di kerahkan ke lokasi sempat mengeluarkan tembakan peringatan dan membubarkan massa. Lebih dari 30 orang di tangkap karena di duga terlibat dalam aksi provokasi.

Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, S.I.K., M.K.P., menyatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti bentrokan dan menyoroti peran media sosial dalam memperkeruh situasi.

“Kami akan menindak tegas siapa pun yang terbukti menghasut atau menyebarkan provokasi,” tegas Kapolres.

Korban luka sebagian besar mengalami cedera akibat lemparan benda tumpul. Sejumlah orang bahkan harus di rujuk ke rumah sakit karena luka serius.

Habib Rizieq sendiri sempat di amankan ke lokasi yang lebih aman saat insiden terjadi. Dalam pernyataan singkat, ia mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah dan tidak terprovokasi oleh ajakan konflik.

“Kita datang untuk berdakwah, bukan berkonflik. Mari serahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pemalang menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.

Bupati Anom Widiantoro menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kerusuhan. Ia juga mendorong semua pihak yang terlibat agar segera melakukan rekonsiliasi demi menjaga kondusivitas wilayah. (Hera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *