Permintaan dari India Kurang, Harga Pinang Kering Ikut Anjlok

2 menit baca

Jakarta, Satujuang.com – Akibat kurangnya permintaan dari India, harga pinang kering di Kabupaten Aceh Barat Daya dilaporkan turun drastis.

Sebelumnya harga pinang berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp6 ribu per Kilo, kini anjlok di level harga Rp3 ribu hingga Rp3.500 per Kg.

“Saat ini harga Pinang kering betul – betul anjlok,” ujar Mulyadi, salah seorang penampung hasil alam di Jln Iskandar Muda, Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya kepada Serambi, Senin (12/6/23).

Ditanya mengenai harga coklat, Mulyadi mengaku untuk saat ini harga di luar daerah Rp50 ribu per Kg.

Namun di Abdya saat ini coklat sulit didapati karena umumnya petani sudah beralih ke Kelapa Sawit.

“Sekarang coklat di Abdya nyaris tidak ada lagi, karena banyak yang beralih ke sawit,” jelas Mulyadi.

Sedangkan menyangkut harga Pala, Mulyadi mengaku saat ini untuk jenis Pala basah Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per kg.

Sedangkan Pala Kering Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per Kg.

“Pala yang kualitasnya bagus bisa kita beli dengan harga Rp60 ribu per Kg,” terangnya.

Sebagaimana di ketahui, pertengahan tahun 2022 harga pinang sempat naik di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp30 ribu per Kg.

Kemudian berangsur turun hingga saat ini berada di harga terendah yakni Rp3 ribu hingga Rp3.500 per kg.

“Kondisi seperti ini harus dicari solusi oleh pemerintah,” harap Amrizal petani pinang asal Kuala Batee.

Sebab, lanjutnya, sebagian petani pinang setempat sangat bergantung pendapatan mereka dari hasil penjualan pinang.

Sehingga dengan harga seperti sekarang ini akan sangat sulit bagi mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup.

“Di sinilah pemerintah harus hadir untuk rakyat terutama petani pinang,” pungkasnya.(serambinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *