Tolak Legalisasi LGBT, KAMMI Unjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Bengkulu

Spanduk bertuliskan Tolak Legalisasi LGBT yang dibawa oleh massa aksi demo

Bengkulu – Puluhan massa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bengkulu menggelar unjuk rasa.

Aksi para mahasiswa ini dilakukan di depan Kantor DPRD Provinsi, Rabu (22/6/22) pagi.

Ketua Umum KAMMI Kota Bengkulu, Ricki Pratama Putra mengatakan maksud dan tujuan aksi unjuk rasa tersebut adalah menyoroti persoalan yang saat ini tengah menjadi isu krusial secara nasional.

Pihaknya meminta agar pemerintah segera menyelesaikan permasalahan LGBT hingga vaksinasi halal bagi umat muslim.

Baca Juga :  Masyarakat Binaan Satgas TMMD Kodim 0904/Tng Ucapkan Terimakasih Atas pelajaran Baca Tulis

Salah satunya diperlukan sanksi terkait LGBT dalam RKUHP. Sebab dalam beberapa hari terakhir isu LGBT diangkat sejumlah figur publik yang dampaknya justru membuat masyarakat resah akan maraknya hal tersebut.

Ricki menyoroti kekosongan hukum tentang penyimpangan seksual LGBT karena tidak ada satu pun hukum positif yang melarang LGBT serta propagandanya di publik.

Baca Juga :  Pjs Kades Peraduan Binjai Pastikan Pemasangan Lampu Jalan Segera Tuntas

KAMMI juga mendesak pemerintah segera mengeluarkan peraturan penunjukan pejabat kepala daerah menyusul penunjukan yang tidak teratur, sehingga berdampak pada pemilihan Kada semena-mena.

Selain itu pihaknya mendesak pemerintah menjamin kesejahteraan, keselamatan dan keamanan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada 2024 dan tak ingin pelaksanaanya berkaca dengan pemilu sebelumnya.

“Kami juga mendesak pemerintah melaksanakan vaksinasi halal untuk ummat muslim, juga harus ada jaminan ketersediaan vaksin guna menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang saat ini tengah mewabah,” katanya.

Baca Juga :  Antisipasi Arus Balik Mudik, Polda Bengkulu Perpanjang Operasi Ketupat

“Terakhir kami mendesak Pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap Pemerintah India untuk menghentikan segala bentuk persekusi kepada umat Islam di India,” demikian Ricki.

Namun aspirasi tersebut hingga akhir acara tidak mendapat sambutan dari Anggota Dewan sehingga massa hanya menitipkan tuntutannya kepada Sekretaris Dewan DPRD Provinsi Bengkulu. (Red/BT/*B)