Warga Mundam Marap Keluhkan Jalan Rusak, Sudah Banyak Memakan Korban

Keadaan jalan desa Mundam Marap yang dikeluhkan warga desa

Mukomuko – Masyarakat desa Mundam Marap kabupaten Mukomuko mengeluhkan jalan desa yang mengalami ambrol hingga hampir putus dan belum diperbaiki hingga saat ini.

Salah satu warga desa Mundam Marap, Dino, mengungkapkan bahwa gorong-gorong pada jalan tersebut sudah lama rusak dan sudah banyak memakan korban

“Infonya sudah dianggarkan dalam dana desa, tapi menurut info terkendala aturan. Jadi belum bisa di laksanakan,” sampainya kepada satujuang.com, Rabu (22/6/22).

Baca Juga :  Jalin Keakraban, Gubernur LIRA Indonesia Bengkulu Bertemu Mantan Gubernur LIRA Bengkulu

Senada, salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mundam Marap, Rudi Hartono membenarkan perihal jalan rusak itu.

Ia mengatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) sudah ingin menganggarkan dana perbaikan melalui APBDes tetapi terkendala izin dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Karena kata Rudi, jalan tersebut merupakan aset Pemda dan harus Pemda melalui PUPR yang memperbaiki dan merawat, tidak bisa memakai APBDes, bahkan izin harus melalui tahapan yang panjang.

Baca Juga :  KOPRI PB PMII Dukung Permendikbud PPKS dan Siap Jadi Pelopor Satgas PPKS

“Kita masih berupaya bagaimana solusinya, yang jelas kami dari BPD berupaya sebaik mungkin untuk masyarakat Mundam Marap. Pada tahun lalu sudah kita anggarkan lewat APBDes Box Calvetr, namun ditolak,” ujarnya.

Ditempat berbeda, Kepala Desa (Kades) Mundam Marap, Eko Supianto, yang baru dilantik mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu.

“Kita akan pelajari dan tindaklanjuti hal tersebut, harapan kami (Pemdes,red) itu dapat solusi, dari manapun dananya berasal. Harapan saya, kalau tidak bisa dengan APBDes, ada solusi lain,” tuturnya.

Baca Juga :  Katakan Kalimantan Tempat Jin Buang Anak Inilah Sosok Edy

Namun, kata Eko, dirinya berharap bisa menggunakan dana APBDes, karena sudah dianggarkan melalui Kades sebelumnya.

“Semoga bisa kita laksanakan, karena sudah ada anggarannya. Tinggal tunggu regulasi yang ada, ini semua demi masyarakat,” tutupnya. (zul)