Sumber Macet, SPT Parkir Jalan S Parman Depan RS Tiara Sella Terancam Dicabut

Satujuang, Bengkulu- Aktivitas parkir di Jalan S Parman depan RS Tiara Sella yang sering menyebabkan kemacetan, kini terancam dicabut izinnya oleh Pemerintah Kota Bengkulu.

Keluhan masyarakat Kota Bengkulu mengenai parkir kendaraan di badan Jalan S Parman ini seperti diketahui sudah lama disuarakan karena memicu kemacetan.

Jalan S Parman merupakan jalur perkantoran dan pusat ekonomi yang padat, sehingga arus lalu lintasnya selalu ramai.

Kondisi ini diperparah oleh praktik parkir berlapis yang memakan badan jalan dan menutup trotoar, mempersempit ruang gerak pengguna jalan.

Akibatnya, kemacetan sering terjadi pada jam sibuk karena lebar ruas jalan berkurang signifikan akibat parkir yang tidak tertata.

Pemerintah kota (Pemkot) Bengkulu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu kembali turun langsung ke lokasi tersebut, Senin (29/12/25).

Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menemui pemegang SPT parkir, Taheran di lokasi, menegaskan larangan parkir dua lapis dan penggunaan trotoar.

“Pak, ini sudah diingatkan sebelumnya. Parkir harus satu baris. Ini perintah langsung dari Pak Wali Kota,” ujar Sahat di lokasi.

Ketika pemegang SPT parkir menyampaikan keterbatasan lahan, Sahat menegaskan hal itu bukan alasan untuk melanggar aturan.

“Kalau penuh, arahkan ke tempat lain. Tidak boleh parkir dua lapis. Ini sudah lama dikeluhkan masyarakat Bengkulu,” tegasnya.

Sahat menambahkan, teguran lisan ini merupakan lanjutan setelah Wali Kota Bengkulu juga turun langsung, dan ketidakpatuhan akan berujung sanksi administratif.

“Ini teguran lisan. Jika tidak dilaksanakan, akan kami lanjutkan dengan teguran tertulis hingga penertiban dan pencabutan izin SPT parkir,” katanya.

Satpol PP menegaskan penertiban ini bertujuan mengembalikan fungsi jalan dan trotoar, serta memastikan kelancaran lalu lintas di Jalan S Parman yang strategis.

Untuk diketahui, teguran terhadap praktik parkir yang semrawut di lokasi ini sudah sangat sering dilakukan. Namun, belum menunjukkan dampak yang signifikan. Kemacetan selalu terjadi berulang, terkesan ada pembiaran yang dilakukan untuk kondisi tersebut selama ini. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *