Satujuang, Bengkulu-Anggota DPRD Provinsi Bengkulu H Suharto SE MBA menyayangkan tidak adanya atlet bulutangkis Bengkulu yang berpartisipasi dalam Kejuaraan Nasional PBSI 2025 di Malang, padahal provinsi ini memiliki atlet juara nasional.
Suharto, yang juga Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bengkulu periode 2025–2029, menegaskan bahwa Bengkulu menjadi satu-satunya provinsi yang tidak mengirimkan atlet ke ajang nasional tersebut.
Menurutnya, hal itu disebabkan oleh tidak dicairkannya dana oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu.
“Sepengetahuan saya, hanya Bengkulu yang tidak mengirim atlet ke Kejurnas tahun ini. Padahal KONI sudah dipercaya untuk mewadahi cabang-cabang olahraga. Tapi dana tidak dicairkan, dengan alasan digunakan untuk cabang voli, sesuai keterangan Sekretaris Umum KONI,” ujar Suharto dalam wawancara melalui pesan WhatsApp, Senin (15/12/25).
Ia menilai kebijakan tersebut mencederai rasa keadilan dalam pembinaan olahraga daerah, sebab perhatian terhadap atlet tidak boleh bersifat selektif dan hanya berpihak pada cabang olahraga tertentu.
“Harapan kita, atlet-atlet yang sudah berada di level nasional harus diperhatikan. Jangan hanya cabang olahraga yang disenangi saja. Ini harus dikerjakan dengan rasa keadilan, sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945. Adil itu tidak harus sama, tapi minimal ada,” tegasnya.
Suharto juga mengungkapkan kekecewaannya lantaran Bengkulu sejatinya memiliki atlet berprestasi yang layak tampil di Kejurnas, bahkan atlet putri Bengkulu baru saja meraih gelar juara nasional pada nomor tunggal dan ganda di ajang nasional di Jawa Barat sebulan lalu.
“Ini sangat disayangkan. Kita punya atlet putri yang juara nasional di event Jawa Barat bulan lalu. Tapi justru tidak diberangkatkan ke Kejurnas. Informasi soal tidak cairnya dana baru saya terima di waktu yang sudah sangat mepet, bahkan saat saya sudah berada di Malang,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Suharto berharap KONI dapat berperan maksimal membawa nama Provinsi Bengkulu di tingkat nasional, dengan memastikan seluruh cabang olahraga mendapatkan perlakuan adil dalam pembinaan dan pendanaan.
Diketahui, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menggelar Wondari by BNI Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2025 di GOR Malang Badminton Arena pada 15–20 Desember 2025.
Ajang tahunan bergengsi ini diikuti 775 atlet dari 34 provinsi yang bertanding pada nomor perorangan kelompok taruna dan dewasa, terbagi dalam Divisi 1 dan Divisi 2.
Divisi 1 dihuni atlet dari Pengprov yang menyumbang minimal satu atlet Pelatnas, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.
Selain itu, atlet dari provinsi lain tetap berpeluang tampil di Divisi 1 apabila berada di peringkat nasional 1–16 saat penutupan pendaftaran, sementara atlet Pelatnas tetap berlaga mewakili Pengprov masing-masing pada kategori dewasa Divisi 1.
Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas 2025 sekaligus Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, menegaskan bahwa Kejurnas memiliki peran strategis dalam sistem pembinaan bulutangkis nasional.
“Kejurnas menjadi ruang evaluasi nyata perkembangan atlet daerah, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding. Ini juga menjadi indikator keberhasilan pembinaan Pengprov di seluruh Indonesia,” ujar Ricky, dalam rilis yang didapatkan Satujuang.
Ia berharap Kejurnas 2025 mampu melahirkan talenta-talenta potensial yang dapat melanjutkan tradisi prestasi bulutangkis Indonesia di tingkat Asia dan dunia. (Adv/Red)











