Satujuang- Satu per satu produsen handphone besar mulai menunjukkan sinyal untuk meninggalkan Andarioid.
Langkah ini bukan sekadar isu teknis, melainkan bagian dari strategi global yang berpotensi mengubah peta industri smartphone.
Nama-nama besar seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, hingga OnePlus disebut tengah menyiapkan alternatif sistem operasi sendiri, lepas dari ketergantungan pada Andarioid dan layanan Google.
Gerakan ini tak lepas dari bayang-bayang sanksi yang pernah menimpa Huawei.
Raksasa teknologi asal Tiongkok itu sejak 2019 dipaksa menjauh dari ekosistem Google akibat embargo AS.
Dampaknya, Huawei menciptakan HarmonyOS yang kini memasuki fase baru dengan HarmonyOS Next – sistem operasi murni tanpa dukungan aplikasi Andarioid.
Huawei bahkan telah meluncurkan perangkat pertama yang mengusung HarmonyOS Next, yakni seri Mate 70, yang dirilis akhir 2024.
Langkah berani ini diikuti dengan ambisi mengembangkan hingga 100.000 aplikasi lokal dalam waktu kurang dari setahun, sinyal kuat bahwa Tiongkok ingin membangun ekosistem digitalnya sendiri.
Bagi Xiaomi dan kawan-kawan, keputusan untuk mulai meninggalkan Andarioid adalah strategi jangka panjang. Di satu sisi, mereka ingin mengamankan masa depan dari potensi tekanan politik.
Di sisi lain, mereka mulai membangun pondasi teknologi mandiri yang tak bergantung pada AS.
Namun, jalan keluar dari Andarioid bukan tanpa risiko. Tantangan terbesar adalah ketersediaan aplikasi populer dan kepercayaan pasar global.
Ekosistem baru butuh waktu dan dukungan pengembang yang masif, sesuatu yang masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Jika langkah ini terus berkembang, maka bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, kita akan menyaksikan lahirnya poros baru dalam industri smartphone, sebuah dunia di mana Andarioid bukan lagi satu-satunya pilihan dominan. (Red)











