Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu memusnahkan ratusan barang bukti tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kejari, Kamis (7/5/26).
Pemusnahan dipimpin langsung Kajari Bengkulu, Dr Yeni Puspita, bersama Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmat Hidayat.
Turut hadir perwakilan Pengadilan Negeri, BNN, BPOM, hingga Dinas Kesehatan. Barang bukti yang dihancurkan berasal dari 106 perkara.
Jenisnya beragam, mulai dari sabu, ganja, pil ekstasi, hingga senjata tajam milik geng motor.
Kajari Bengkulu merincikan narkotika yang dimusnahkan meliputi sabu seberat 25,3 gram dan ganja 217,4 gram. Selain itu, terdapat 40 butir ekstasi dan 2.500 butir samcodin.
Yeni Puspita menegaskan pemusnahan ini adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas Kejaksaan dalam penegakan hukum. Agenda ini rencananya akan dilakukan secara rutin setiap triwulan sekali.
“Ini pemusnahan pertama tahun ini. Kami berkomitmen menghancurkan barang bukti dari setiap putusan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap secara berkala,” ujar Yeni.
Selain narkotika, 10 unit senjata tajam juga ikut dimusnahkan. Senjata tersebut merupakan hasil sitaan dari berbagai aksi kriminalitas kelompok geng motor di Kota Bengkulu.
Kajari menekankan bahwa penegakan hukum tidak bisa dilakukan sendirian oleh aparat. Dibutuhkan sinergi kuat antar unsur Forkopimda serta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat.
“Butuh sinergi Forkopimda dan dukungan masyarakat dalam upaya pencegahan maupun penindakan. Hal ini demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman di wilayah kita,” jelasnya.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Rahmat Hidayat, turut memberikan imbauan keras kepada para orang tua. Ia meminta pengawasan terhadap aktivitas pergaulan anak-anak lebih ditingkatkan lagi.
Orang tua diharapkan memastikan anak-anak mereka tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun aksi geng motor.
Perhatian keluarga menjadi benteng utama dalam mencegah tindakan kriminalitas remaja.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, dilarutkan dalam air, serta dipotong menggunakan mesin gerinda. Seluruh proses disaksikan langsung oleh para pejabat lintas instansi yang hadir. (Red)






