Mukomuko – Proyek inpres jalan tanah rekah-Sp IV kecamatan Teras Terunjam kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu tahun 2023 yang diberitakan sudah alami sejumlah kerusakan.
Mendapat respons dari anggota DPRD Provinsi Bengkulu daerah pemilihan (Dapil) kabupaten Mukomuko, Fitri.
“Kita minta pihak PU untuk perintahkan kontraktor, untuk lakukan perbaikan,” sampainya saat dihubungi pewarta Satujuang, Selasa (4/2/25).
Fitri meminta agar kontraktor melakukan rehab pada bangunan yang hancur, memperbaiki jalan yang bergelombang serta membersihkan bahu jalan di lokasi tersebut.
Ia sangat menyayangkan, ada pembangunan dengan kualitas yang dipertanyakan terjadi di daerah asalnya. Padahal pembangunan tersebut telah menghabiskan puluhan miliar uang negara.
Terkait permasalahan ini, belum ada tanggapan dari pihak dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu.
Sehingga belum diketahui, langkah apa yang akan diambil oleh pihak PUPR terkait banyaknya temuan kerusakan pada bangunan yang mereka kerjakan di tahun 2023 tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Mukomuko, Salman Alfaris menduga, pekerjaan pembangunan yang dilakukan kontraktor tidak mengutamakan kualitas.
“Hampir sepanjang irigasi bahu jalan sudah rusak parah dan belum ada pemeliharaan dari pihak Kontraktor,” terang Salman, pada Senin (3/2).
Pihaknya berharap Dinas terkait melakukan peninjauan ulang pada bangunan yang telah menghabiskan puluhan miliar uang negara tersebut.
“Kita berharap kepada Dinas yang terkait, dapat meninjau ulang bangunan tahun anggaran 2023 itu, mengecek langsung bangunan,” imbuhnya.
Menurut pantauan langsung awak media, beberapa kerusakan terlihat jelas terjadi pada bangunan irigasi air, dinding irigasi sudah mengalami keretakan dan hancur.
Diketahui, proyek pembangunan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini dikerjakan dinas PUPR Provinsi Bengkulu melalui PT Lestari Sarana Mandiri Bengkulu dengan total anggaran Rp56 miliar.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada pihak terkait terus dilakukan. (Red)











