Pimpin ASKI Bengkulu, Yosia Yodan Siap Bawa Kopi Bumi Rafflesia Menembus Pasar Global

2 menit baca

Sektor komoditas unggulan Bengkulu memasuki babak baru. Yosia Yodan resmi dilantik sebagai Ketua Umum Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Provinsi Bengkulu periode terbaru dalam prosesi khidmat yang digelar di Ballroom Hotel Two K Azana Style, Rabu (29/4/26).

Bersama Yosia, turut dikukuhkan Fernando Sijabat sebagai Sekretaris Umum dan Muhamad Zaki sebagai Bendahara Umum.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pusat ASKI, Irsan, didampingi jajaran pengurus pusat lainnya.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Regional

Pelantikan ini menjadi istimewa karena dihadiri oleh deretan tokoh nasional dan pimpinan organisasi lintas daerah, di antaranya:

  • Ade Jona Prasetyo (Anggota DPR RI Komisi XII / Calon Ketua Umum BPP HIPMI).
  • Sona Maesana (Staf Khusus Menteri Investasi).
  • Diza Hazra Aljhosa (Wakil Walikota Jambi).
  • Fadhillah Hasrul (Ketua Umum BPD HIPMI Jambi).
  • M. Ikhwan, S.H., M.H. (Staf Ahli Gubernur Bengkulu).

Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa posisi strategis kopi Bengkulu mulai dilirik sebagai instrumen investasi dan ekonomi yang potensial di tingkat pusat.

Misi “Kopi Bengkulu Naik Kelas”

Dalam pidato perdananya, Yosia Yodan menegaskan komitmennya untuk mengubah paradigma industri kopi daerah.

Baginya, kopi Bengkulu bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang memiliki karakter kuat dan kearifan lokal yang unik.

“Tugas kita adalah memastikan potensi besar ini tidak hanya berhenti di tingkat daerah. ASKI Bengkulu akan menjadi jembatan kolaborasi bagi petani, pelaku usaha, hingga pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan agar kopi kita menembus pasar internasional,” tegas Yosia.

Fokus utama kepengurusan baru ini akan diarahkan pada tiga pilar utama:

  • peningkatan kualitas produksi di hulu,
  • penguatan branding yang modern,
  • serta pembukaan akses pasar global yang lebih luas.

Momentum Kebangkitan Ekonomi Daerah

Ketua Umum Pusat ASKI, Irsan, menitipkan harapan besar agar kepengurusan di bawah komando Yosia Yodan mampu menjadi motor penggerak industri kreatif berbasis kopi.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk jaringan HIPMI dan pemangku kebijakan, pelantikan ini diharapkan menjadi titik balik bagi kebangkitan sektor perkebunan Bengkulu.

Kopi Bengkulu kini tidak hanya bersiap untuk dikenal, tetapi siap bersaing dan berdaya saing tinggi di kancah nasional maupun dunia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *