Jakarta, Satujuang.com – Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah baru sekitar enam pekan memimpin lembaga tersebut.
Pengunduran diri tersebut dilakukan dengan alasan kesehatan guna menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Namun, langkah ini menyita perhatian publik lantaran terjadi di tengah penyidikan dugaan korupsi pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membenarkan Nanik telah berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, Rabu (22/7/26).
Melalui pernyataan di media sosial, Nanik menegaskan keputusannya murni untuk mencari second opinion medis dari dokter di luar negeri dan tidak berkaitan dengan isu politik.
Meski telah mundur dari jabatannya, Nanik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo tetap memintanya untuk membantu mengawasi pelaksanaan Program MBG.
Selama masa singkat kepemimpinannya di BGN, Nanik mengklaim telah meletakkan fondasi reformasi kelembagaan dengan membentuk 11 tim kerja.
Tim tersebut bertugas mengevaluasi penerima manfaat MBG, menata dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga menyempurnakan program di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Sebelumnya, nama Nanik sempat disorot setelah mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menyebut adanya dugaan perubahan nama yayasan pengelola SPPG yang disinyalir terafiliasi dengannya.
Namun, Nanik membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan dirinya tidak pernah menerima aliran dana dari yayasan mana pun ataupun terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa di BGN.
“Silakan dibuktikan melalui pemeriksaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),” tegas Nanik menanggapi tuduhan tersebut.
Sementara itu, Kejagung menegaskan masih mendalami seluruh informasi dan belum mengambil kesimpulan.
Penyidik juga membuka peluang untuk memanggil Nanik sebagai saksi apabila keterangannya dibutuhkan dalam pengusutan kasus MBG.
Sudaryono Resmi Jabat Kepala BGN, Lepas Posisi Wamentan
Mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan penunjukan tersebut pada Rabu (22/7).
Sudaryono dilantik pada hari yang sama dan resmi melepaskan jabatannya sebagai Wamentan agar tidak terjadi rangkap jabatan.
Sudaryono merupakan kader muda Partai Gerindra kelahiran Grobogan, 23 Januari 1985. Putra dari pasangan petani ini memiliki latar belakang pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan National Defense Academy Jepang, serta meraih gelar doktor dari IPB University.
Sebelum masuk ke jajaran pemerintahan, Sudaryono pernah menjabat sebagai asisten pribadi Prabowo Subianto, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, serta Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Karier pemerintahannya dimulai saat dilantik menjadi Wamentan pada Juli 2024, sebelum akhirnya kini dipercaya memimpin BGN.
Penunjukan Sudaryono diharapkan dapat memperkuat tata kelola lembaga serta mempercepat realisasi Program MBG sebagai salah satu program prioritas nasional. (Red)











