Bengkulu – Hingga hari ini, Jumat (10/1/25) pihak Kemenag Kota Bengkulu belum juga memberikan hak-hak para Aparat Sipil Negara (ASN) mereka.
Tunjangan uang makan dan sertifikasi bulan Desember tahun 2024 semua pegawai sampai menjelang pertengahan Januari 2025 ini belum kunjung dicairkan.
“Padahal berdasarkan aturan keuangannya negara, anggaran 2024 harus dibayarkan paling lambat tanggal 31 Desember,” ujar narasumber media ini.
Narasumber yang minta dirahasiakan identitasnya menyebut, muncul dugaan uang tersebut dijadikan deposito berjangka oleh oknum pejabat di Kemenag Kota Bengkulu.
Karena jika dihitung total, kata dia, besaran dana tersebut bisa menyentuh angka miliaran rupiah.
“Per 31 Desember mestinya semua dana di rekening bendahara harus kosong, karena harus laporan akhir tahun ke pusat. Jadi dipindahkan kemana uang kami itu?,” tanya narasumber yang merupakan ASN Kemenag Kota Bengkulu ini.
Hal ini senada dengan informasi dari ASN lain yang membenarkan jika uang makan dan sertifikasi tahun 2024 itu memang belum kunjung diberikan kepada mereka.
Sementara, pihak Kemenag Kota Bengkulu saat dimintai konfirmasi terkait belum dibayarkannya hak-hak para ASN tersebut juga tidak menampik.
“Untuk uang makan Desember memang belum dibayarkan. Dana untuk pembayaran uang makan Desember tidak mencukupi,” kilah Septi, salah satu pegawai di kantor Kemenag kota Bengkulu saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (9/1) kemarin.
Septi menyebut, keadaan tersebut sudah mereka dijelaskan jauh-jauh hari dengan para pegawai di bawah naungan Kemenag Kota Bengkulu.
Lebih lanjut ia mengaku jika saat ini pihak mereka sedang proses perhitungan uang makan dan masih menunggu absensi dari seluruh pegawai.
Saat ditanya bagaimana bisa uang tersebut dikatakan kurang sementara sedang proses perhitungan dan menunggu data, ia menolak untuk menjelaskan melalui pesan WhatsApp.
“Maaf mas… untuk lebih jelasnya silakan langsung ke kantor yaa.., Terimakasih,” tutup Septi mengakhiri wawancara. (Red)






