Kasus Temuan Ratusan Butir Peluru Tajam di Rumah Kadis PUPR Semua Senyap, Ada apa?

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Publik kembali diingatkan tentang temuan ratusan butir peluru tajam caliber 9 x 19 mm di rumah kepala dinas (Kadis) PUPR provinsi Bengkulu, Tejo Suroso yang sempat senyap.

Perkara ini sempat heboh dengan munculnya aksi unjuk rasa Koalisi Pemuda Peduli Keadilan (KPPK) di depan Mapolda Bengkulu pada Jumat (16/5/25) lalu.

Dalam aksinya KPPK menuntut Polda Bengkulu mengungkap temuan ratusan butir peluru di rumah Tejo Suroso.

Ratusan peluru itu ditemukan KPK saat menggeledah dalam rangkaian penyidikan kasus dugaan korupsi mantan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

Korlap Aksi saat itu, Kelvin Aldo mempertanyakan motif Tejo Suroso menyimpan ratusan butir peluru tersebut.

“Pertama apa motifnya, terus apakah keberadaan peluru itu legal atau ilegal, terus kalau ada peluru di mana senjatanya. Ini yang harus diungkap” kata Kelvin yang juga merupakan ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM) waktu itu.

Kasus temuan peluru ini sambung Kelvin sudah 5 bulan berlalu namun, tidak pernah diekspose ke publik.

“Tadi setelah aksi kami baru tahu ternyata ada 609 butir peluru yang ditemukan KPK bukan ribuan. Peluru itu kemudian diserahkan 5 Desember 2024,” kata Kelvin.

Kelvin meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus penemuan peluru tersebut ke agar tidak menimbulkan prasangka kepada instansi kepolsian.

“Kalau ini ada pelanggaran hukum segera ditindak, tidak boleh dibiarkan, siapa yang terlibat harus ditindak sesuai hukum. Jangan sampai seolah-olah ada yang kebal hukum” kata Kelvin.

Aksi ini bahkan diwarnai dengan aksi bakar ban oleh para pengunjuk rasa. Kelvin sempat mengajak para awak media dan masyarakat untuk turut mengawal kasus ini sampai selesai saat itu.

Tidak sampai disitu mereka kemudian melanjutkan aksi demo di depan Maporlesta Bengkulu pada Senin (19/5).

Dalam aksi tersebut mereka turut mempertanyakan masalah yang sama, yakni soal perkara temuan peluru tajam aktif tersebut.

Beberapa pihak lainnya juga dikabarkan menyoroti kasus ini, menyatakan akan tegak lurus dalam penegakan hukum. Namun, saat ini semua terkesan hilang dan senyap.

Dari banyaknya pihak yang sempat berstatment tegas, saat ini mendadak hilang dan tidak menyuarakan kembali kasus tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *