“Kalau begini terus kami bisa rugi, karena lama antre efek jalan rusak ini. TBS yang kami bawa bisa-bisa busuk sebelum sampai PT, belum lagi dampak kerusakan pada mobil kami” keluhnya.
Dirinya berharap pihak perusahaan segera memperbaiki jalan tersebut untuk kelancaran mobilitas baik dari atau ke PT Alno.
Bukan hanya berdampak pada para supir mobil angkutan, jalan ini juga berdampak pada warga pengguna jalan dan karyawan perusahaan itu sendiri.
“Jadi susah kalau mau keluar-masuk dari PT, karena jalan ini rusak terus, jadi terhambat semua kegiatan,” ujar salah seorang karyawan PTAlno.
Dijelaskannya, memang sudah ada yang ditugaskan untuk menangani jalan ini dari perusahaan, akan tetapi dirinya tidak mengerti mengapa kejadian seperti ini terus terulang.
“Sudah ada yang ngurus, tapi gak tau kenapa terus kejadian kayak gini,” pungkasnya. (Pepen)











