Demi Keamanan View Tower Lapangan Merdeka Akan di Bongkar

Rapat Tindak Lanjut Penataan Bangunan View Tower dan Kawasan Lapangan Merdeka Bengkulu.

Bengkulu – Pemprov Bengkulu bersama jajaran OPD teknis mematangkan rencana pembongkaran bangunan View Tower yang berada di tengah Lapangan Merdeka Kota Bengkulu.

Rapat Tindak Lanjut Penataan Bangunan View Tower dan Kawasan Lapangan Merdeka ini dselenggarakan di Ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (02/03/22).

Hal ini berdasarkan pertimbangkan dari aspek kebermanfaatan, keamanan pengunjung serta masukan dari berbagai pihak, seperti dari tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Dikatakan Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Fachriza Razie, rencana pembongkaran bangunan View Tower ini, sebelumnya telah dilakukan pengkajian aset dan konstruksi oleh pihak ketiga bersama Dinas PUPR Provinsi Bengkulu.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, Polres Bengkulu Gelar Operasi Yustisi

“Dari hasil kajian itu, jelas bahwa bangunan tersebut sudah tidak layak dan akan membahayakan pengunjung dan masyarakat sekitar,” jelas Fachriza usai rapat.

Lanjut Fachriza, mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat rapuhnya konstruksi bagian atas View Tower ini.

Untuk itu, di lokasi tersebut segera dipasang warning line dan papan pengumuman oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu selaku pengelola, agar masyarakat tidak terlalu mendekati bangunan.

Baca Juga :  Wujudkan Gerakan Literasi dan Memajukan Perpustakaan Bumi Sekundang, Bupati Datangi Perpusnas RI

“Warning line dan papan pengumuman itu akan segera dipasang di beberapa titik di rawan View Tower. Sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Rencana pembongkaran View Tower ini diperkuat dengan pernyataan dan kajian yang disampaikan Plt. Kadis PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso.

Menurutnya ada tujuh kajian atau kesimpulan akhir oleh konsultan independen untuk membongkar atau merobohkan View Tower tersebut.

Baca Juga :  Gubernur Rohidin : Selamat Dies Natalis HMI Ke 74

Tujuh kajian itu adalah melalui analisa aturan penerbangan, analisa situs dan cagar budaya, analisa hasil FGD dengan pemuka adat dan BMA Provinsi Bengkulu, analisa konstruksi dan sipil, analisa sosial kultural, analisa keamanan serta analisa kawasan perkotaan.

“Jadi seluruhnya sudah dikaji secara teknis, namun memang secara administrasi masih dalam proses, karena ada tahapan penghapus aset, sehingga pembongkaran belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” pungkas Tejo. (Adv)