Atasi Harga Beras Tinggi, Polda Bengkulu Akan Gandeng Bulog Gelar Operasi Pasar Murah

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Polda Bengkulu akan berkoordinasi dengan Bulog untuk menggelar operasi pasar murah guna menstabilkan harga beras yang naik awal tahun 2026 ini.

Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu mengawali tahun 2026 dengan memantau dan mengecek harga beras di berbagai gerai, grosir, minimarket, serta pasar tradisional di Bengkulu.

Tim menemukan bahwa harga beras, khususnya jenis premium, masih terpantau tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) baik untuk jenis medium maupun premium.

Harga beras jenis medium bervariasi dari Rp 12.500 hingga Rp 14.500 per kilogram, sementara jenis premium berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 16.800 per kilogram.

Kenaikan harga beras ini terjadi di tingkat distributor, agen, hingga gerai retail modern dan minimarket di Provinsi Bengkulu.

Merujuk Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2024, Provinsi Bengkulu masuk Zona dua dengan HET beras medium Rp 14.000 dan premium Rp 15.400 per kilogram.

Rata-rata harga beras yang dijual di atas HET ini disebabkan produsen beras dari luar Provinsi Bengkulu, seperti Lampung, sehingga biaya transportasi menjadi salah satu penunjang tingginya harga.

“Diawal tahun beras di Provinsi Bengkulu masih berada di atas HET disebabkan sumber beras berasal dari produsen luar Provinsi Bengkulu, yakni Lampung, ongkos akomodasi masih tergolong tinggi,” terang Kompol Jery Nainggolan, Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Senin (5/1/26).

Untuk pengawasan dan pengendalian harga beras, Polda Bengkulu akan berkoordinasi dengan Bulog untuk meminta operasi pasar murah demi menjaga stabilitas harga.

Kendati harga jual sedikit di atas HET, pasokan beras di pasar masih mencukupi dan kondisi pasar relatif stabil. (Red/Mk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *