Anggaran Rp136 Juta untuk 8 Sapi, BUMDes Nanti Agung Diduga Mark Up Pengadaan Ternak

Satujuang, Seluma- Program ketahanan pangan melalui pengadaan sapi di Desa Nanti Agung, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, menuai sorotan tajam dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

BPD Nanti Agung mempertanyakan pengelolaan anggaran oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nanti Agung yang diduga terjadi pembengkakan.

Sorotan ini mencuat setelah BPD mengetahui penggunaan anggaran sekitar Rp136 juta dari 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk program tersebut.

Dari dana yang tergolong besar itu, BUMDes Nanti Agung diketahui hanya memperoleh delapan ekor anak sapi.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dari pihak BPD karena jumlah ternak yang dibeli dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan.

Anggota BPD Nanti Agung, Sadin, merasa janggal dengan jumlah sapi yang dibeli BUMDes.

“Anggaran Rp136 juta seharusnya bisa mendapatkan lebih dari 20 ekor sapi jika melihat harga pasar,” ujar Sadin, Senin (9/3/26).

Ketua BPD Nanti Agung, Darmi Abadi, juga menyampaikan hal senada, menilai proses pengadaan sapi tidak sesuai kesepakatan musyawarah desa.

“Pengadaan sapi BUMDes tidak sesuai kesepakatan musyawarah, baik dari segi jumlah maupun kondisi ternak,” tegas Darmi.

Menanggapi sorotan tersebut, Ketua BUMDes Nanti Agung, Riadi Israhudin, menjelaskan bahwa delapan ekor sapi itu dibeli melalui pihak ketiga.

“Kami membeli sapi dari pihak ketiga dengan harga Rp11,5 juta per ekor dari peternak sapi di wilayah Bengkulu,” jelas Riadi Israhudin.

Ia menambahkan, sapi-sapi tersebut didatangkan dari peternak di Provinsi Bengkulu dan proses pengadaannya dilakukan melalui pihak penyedia. (da)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Bulan nanti agung aja yang bermasalah itu ,masih banyak desa desa lain yang nasibnya sama dgn desa nanti agung ,hanya saja desa lain itu BPD nya pilih diam tak berkutik .
    Kalau itu mau adil pihak pengawasan DD harus audit semua .

  2. Harga sapi 11.500 sudah lumayan besar, sedang sapi yg sampai itu anak sapi +- berumur 4 Blan,saya sebagai warga nanti agung tidak yakin harga sapi tsb seharga 11.500 / ekor.