Seluma, Satujuang.com – Aparat Polres Seluma bergerak cepat menyisir video gangster bersenjata tajam yang sempat menggegerkan warga.
Tim gabungan Satreskrim, Sat Intelkam, dan Polsek Seluma Timur berhasil membongkar identitas kelompok remaja yang melakukan aksi konvoi meresahkan tersebut.
Sedikitnya sembilan orang remaja berhasil diidentifikasi, di mana dua di antaranya langsung dijemput paksa oleh petugas kepolisian untuk dimintai klarifikasi.
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan, mengonfirmasi dua dedengkot kelompok tersebut diamankan pada Senin (18/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Remaja yang diamankan berinisial AA (17) dan HE (18), keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma.
“Kedua remaja langsung diamankan untuk dimintai klarifikasi di Polsek Seluma Timur dengan didampingi orang tua masing-masing,” tegas Kapolres, Selasa (19/5/26).
Dari hasil pemeriksaan intensif, kedua pelaku mengakui bahwa aksi ugal-ugalan pamer sajam jenis celurit tersebut murni karena terinspirasi dari fenomena gangster di Kota Bengkulu.
Polisi juga berhasil memetakan tiga nama kelompok faksi remaja yang bergabung dalam konvoi tersebut, yakni Talang Dantuk Motor (TDM), Official Gang Kecil (Air Latak), dan STL/OPM506 (Liku Tiga).
Aksi nekat itu diketahui direkam saat bulan Ramadan lalu di kawasan Kompleks Perkantoran Pemkab Seluma, namun sengaja diunggah ulang pada Minggu (10/5) hingga menjadi viral.
Berdasarkan hasil pengembangan berkas perkara, sembilan remaja yang terlibat terdeteksi berasal dari Desa Talang Perapat, Talang Dantuk, Air Latak, dan Kelurahan Bunga Mas.
Selain mengantongi identitas para pelaku, tim opsnal gabungan juga mengidentifikasi kepemilikan tujuh bilah senjata tajam jenis celurit panjang yang digunakan untuk menakut-nakuti warga.
“Seluruh senjata tajam yang digunakan akan diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” imbuh AKBP Bonar.
Polisi memastikan proses hukum pidana darurat terkait kepemilikan senjata tajam ilegal ini akan tetap berjalan dan didalami secara objektif.
Sebagai langkah lanjutan, sembilan remaja yang masuk dalam radar beserta barang bukti tujuh celurit diwajibkan menghadap ke penyidik Polsek Seluma Timur pada Selasa (19/5/2026) pagi.
Sementara itu, dua remaja yang sempat diamankan kini dikembalikan ke pihak keluarga dengan jaminan ketat serta pengawasan dari perangkat RT setempat. (da)











