BKSDA Bengkulu Serius Wujudkan Desa Wisata Kungkai Baru Guna Dongkrak Ekonomi Warga

Seluma, Satujuang.com – Langkah BKSDA Bengkulu serius wujudkan Desa Wisata Kungkai Baru kini mulai diakselerasi melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan kawasan konservasi berkelanjutan.

Upaya strategis ini dilakukan untuk membuka keran ekonomi baru bagi masyarakat lokal tanpa mencederai fungsi utama kelestarian ekosistem hutan di wilayah tersebut.

Kepala Wilayah II BKSDA Bengkulu, Mariska Tarantona, menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses legalitas hukum pengelolaan wisata berjalan sesuai koridor regulasi negara.

Pemberdayaan ini dirancang agar aktivitas pariwisata yang dikembangkan warga tidak menabrak undang-undang konservasi sumber daya alam hayati yang berlaku di Indonesia.

“Kita sangat serius mengupayakan terwujudnya Desa Wisata Kungkai Baru yang secara sah mengelola kawasan konservasi,” tegas Mariska Tarantona, Sabtu (16/5/26).

Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola potensi alam menjadi kunci utama untuk menekan angka perambahan hutan dan aktivitas ilegal lainnya.

Melalui pola kemitraan konservasi yang sah, warga Kecamatan Air Periukan dapat memetik keuntungan ekonomi dari sektor jasa lingkungan dan ekowisata secara legal.

“Pemberdayaan ini dilakukan agar masyarakat tidak melanggar aturan dalam pengelolaan wisata kawasan konservasi, tidak luput juga untuk meningkatkan ekonomi lokal,” sampainya.

BKSDA Bengkulu menilai Desa Kungkai Baru memiliki modal kuat untuk bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Seluma.

Selain bentang alam yang masih asri, desa ini dinilai menyimpan potensi budaya organik serta keragaman hayati yang bernilai jual tinggi bagi wisatawan.

“Dengan berbagai potensi yang ada, sangat rugi jika tidak kita berdayakan masyarakatnya untuk menopang ekonomi,” urai Mariska menambahkan argumentasinya.

Guna mematangkan proyeksi ini, BKSDA secara kontinu memberikan pendampingan teknis dan edukasi hukum mengenai batasan pengelolaan zona pemanfaatan di kawasan konservasi.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu melahirkan harmonisasi yang kuat antara kepentingan perlindungan alam dan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat di sekitar hutan.

Jika program ini berhasil, Kungkai Baru diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat (community-based ecotourism) di Provinsi Bengkulu.

Sektor ini juga diyakini akan memicu pertumbuhan ekonomi kreatif, penyediaan akomodasi lokal, hingga pembukaan lapangan kerja baru yang ramah lingkungan bagi pemuda desa. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *