Oleh : Bilawa Dwi Prayoga (D1C016019)
Selama dua tahun terakhir bangsa Indonesia dan warga seluruh dunia merasakan pelajaran berharga tentang kehidupan. Pandemi Covid-19 mengajarkan kita banyak hal yang bisa direnungkan untuk pembelajaran bersama.
Pelajaran dan hikmah berharga, tentang makna hidup sekaligus impian-impian besar memajukan Indonesia, khususnya pada bidang pendidikan.
Dunia pendidikan mengalami banyak hal yang harus disesuaikan dengan memanfaatkan teknologi. Proses belajar dari rumah memang tidak mudah, tetapi justru menciptakan renungan baru terhadap apa yang penting untuk dipelajari dan apa yang menjadi kompetensi inti yang berguna untuk masa mendatang.
Terlebih, pemerintah Indonesia mencanangkan tahun 2045 sebagai momentum lompatan sumber daya manusia Indonesia. Tantangan berupa akses internet, listrik, dan juga sumber daya manusia menjadi faktor penting yang menjadi fundamen peningkatan kualitas pendidikan Indonesia pada masa kini dan mendatang.
Pada tahun 2020, menurut pusat data dan teknologi informasi kementerian pendidikan dan kebudayaan menyebutkan sebanyak 19 persen satuan pendidikan yang kesulitan memperoleh akses internet. Dari persentase tersebut, terdapat 42.159 sekolah yang tidak tersentuh oleh jaringan internet, sementara 175.536 sekolah sudah tersambung dengan internet.
Dengan demikian, ada beberapa hal yang mendasar untuk dapat dipetakan, sekaligus menjadi road map untuk dilaksanakan oleh tiap pihak yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan digitalisasi.
Pertama, memaksimalkan infrastruktur digital. Perluasan infrastruktur digital menjadi sangat penting agar semua sekolah dan institusi pendidikan di seluruh kawasan Indonesia mendpat akses internet. Program pemerataan yang ada hari ini perlu di evaluasi kembali, kemudian menyiapkan proyeksi ke depan agar terus meningkatkan jangkauan dan kualitas jaringan internet pada masa mendatang.
Kedua, visi global dalam transformasi digital. Pendidikan kita tidak boleh hanya terkungkung dalam tempurung wawasan yang sempit. Generasi muda Indonesia saat ini merupakan anak zaman yang terkoneksi secara global dengan perangkat teknologi. Maka, visi global pendidikan Indonesia menjadi sangat penting dengan adanya desain kebijakan yang relevan, infrastruktur, sistem, dan juga pola komunikasi yang terkoneksi dengan pembangunan dinamis internasional.
Di sisi lain, pendidikan karakter dan moral tetap menjadi basis, sebagai identitas kultural generasi muda Indonesia.
Ketiga, sistem digital pembelajaran nasional. Transformasi pendidikan digital memungkinkan interkoneksi sistem mulai dari lini finansial hingga kurikulum pendidikan. Tentu saja ada proses panjang dalam mewujudkan tahapan ini. Namun mau tidak mau, Indonesia harus melangkah menuju tahapan itu dengan menyiapkan sistem seraya mengedukasi publik agar berjalan seiring dalam visi-misi yang sama.
Contoh dari transformasi digital dalam dunia pendidikan sudah mulai di Jalankan oleh salah satu universitas di Indonesia, yakni Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).
UICI didirikan sebagai Universitas digital oleh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam-Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam.
UICI memiliki modal dasar melalui jaringan alumni Himpunan Mahasiswa Islam yang dalam aktifitasnya memanfaatkan kemajuan digitalisasi.
Untuk mengembangkan proses pembelajarannya UICI menggunakan platform Artificial Intelligence Digital Simulator Teaching Learning System (AI DSTLS). Platform AI DSTLS ini menggabungkan Learning Management System, Simulator Learning System, Virtual Reality, dan Augmented Reality.
Dengan platform ini, mahasiswa dapat kuliah di mana saja, kapan saja, dan dengan perangkat apa saja.
Dengan demikian, transformasi pendidikan menuju serba digital menjadi tantangan sekaligus harapan bangsa Indonesia pada masa mendatang. Pengaruh yang kuat dalam bidang pendidikan terhadap perkembangan teknologi perlu dikontrol dengan baik, agar tidak terjerumus dalam dampak negatif perkembangan teknologi.
Penulis merupakan Mahasiswa S1 Jurnalistik FISIP Universitas Bengkulu.











