Jakarta, Satujuang.com – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan tanggapan resmi terkait rencana penyiagaan sebanyak 20.980 personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk memperkuat pengamanan di wilayah DKI Jakarta.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyatakan bahwa mobilisasi dan penyiagaan pasukan berskala besar tersebut merupakan prosedur rutin satuan militer dalam merespons potensi dinamika wilayah.
“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan, karena TNI dituntut senantiasa siap siaga setiap saat,” ujar Mayjen Muhammad Nas, Rabu (4/11/26).
Sebelumnya, dokumen rencana pengerahan puluhan ribu prajurit TNI AL tersebut beredar luas melalui pesan singkat di sejumlah grup aplikasi WhatsApp.
Dalam dokumen perincian tersebut, skema pengamanan dibagi ke dalam empat tahapan terencana yang mengelompokkan personel berdasarkan waktu pergeseran, asal satuan komando, dan status kesiapan pasukan di ibu kota.
Pada tahap pertama, sebanyak 2.100 personel yang telah berada di Jakarta dijadwalkan mulai bersiaga sejak 2 November 2026.
Satuan ini berasal dari Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil, dengan penempatan skema Bantuan Kendali Operasi (BKO) di bawah kendali Kodam Jaya.
Tahap kedua melibatkan pergeseran 3.500 personel dari pangkalan di luar wilayah Jakarta.
Pasukan ini dijadwalkan merapat ke ibu kota pada 3–4 November 2026 menggunakan dua armada kapal perang, yakni KRI Makassar dan KRI dr. Soeharso.
Unsur kekuatan laut pada tahap kedua ini mencakup personel dari Koarmada II, Kodaeral V, Pasmar 2, Satlinlamil 2, serta beberapa pangkalan TNI AL pendukung lainnya.
Adapun tahap ketiga mencakup mobilisasi jalur darat menggunakan konvoi bus dan truk militer dengan kekuatan 2.240 personel.
Pasukan ini dihimpun dari Koarmada II, Pasmar 2, Puspenerbal, Akademi Angkatan Laut (AAL), Kodiklatal, hingga jajaran pangkalan daerah.
Porsi kesiapan terbesar ditempatkan pada tahap keempat dengan menyiagakan 13.140 prajurit dalam posisi siaga menanti komando pergerakan.
Kekuatan tahap akhir ini meliputi 4.430 personel Mabesal Cilangkap dan 4.410 prajurit Korps Marinir Jakarta, didukung kekuatan Koarmada RI, Koarmada I, Pushidrosal, Kodaeral III, Puspomal, Kolinlamil, Seskoal, Lanudal Jakarta, RSAL Dr. Mintohardjo, serta Ladokgi REM.
Jika seluruh skema dalam dokumen tersebut dijalankan, total akumulasi pasukan matra laut yang disiapkan untuk mengawal pengamanan ibu kota mencapai 20.980 personel. (Red)







