Isu Begal Jambu Keling Dipastikan Hoaks, Pemilik Akun Minta Maaf

Rejang Lebong, Satujuang.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya isu begal Jambu Keling yang mengeklaim seorang warga menjadi korban pembacokan senjata tajam di jalan lintas kawasan tersebut.

Setelah memicu kepanikan dan keresahan luas di tengah masyarakat, kabar mengenai isu begal Jambu Keling tersebut kini resmi dipastikan tidak benar atau hoaks.

Kepastian tersebut terungkap setelah pemilik akun Facebook bernama Dinda DA selaku pihak yang mengunggah informasi secara terbuka menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.

Melalui rekaman video klarifikasi yang beredar luas, Dinda mengakui telah menyebarkan kabar tentang dugaan tindak kriminalitas bersenjata parang yang menimpa warga asal Pal 100, Sabtu (31/20/26).

Dinda mengakui bahwa dirinya tidak melakukan verifikasi faktual terlebih dahulu sebelum membagikan narasi tersebut ke ruang publik digital.

Ia berdalih informasi liar itu diperolehnya dari unggahan akun media sosial lain, lalu disebarluaskan kembali tanpa mengecek kebenaran di lapangan.

“Saya menyatakan bahwa postingan tersebut tidak benar. Saya meminta maaf atas postingan tersebut,” tegas Dinda dalam pernyataan resminya.

Guna meluruskan kesimpangsiuran informasi, pria yang sempat dinarasikan sebagai korban kejahatan jalanan dalam isu begal Jambu Keling turut memberikan kesaksian langsung.

Pria tersebut secara tegas membantah telah dicegat maupun diserang oleh komplotan begal di kawasan perkebunan atau jalur lintas tersebut.

Ia menerangkan bahwa luka robek pada bagian tangannya murni disebabkan oleh kecelakaan domestik akibat terkena pecahan kaca.

Setelah membersihkan luka goresan benda tajam tersebut, ia bersama adiknya langsung bergegas menggunakan sepeda motor menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan tindakan medis penjahitan luka.

Dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan, kondisi fisiknya melemah akibat rasa nyeri hebat dan pendarahan yang terus keluar dari tangannya.

Kondisi tersebut memaksa mereka menepi dan berhenti sejenak di tepi jalan Desa Bandung Marga, tepatnya di sekitar area Rumah Makan Alam Rimba.

Diduga kuat, pemandangan seorang pengendara yang berhenti di pinggir jalan dengan tangan berlumuran darah tersebut disalahartikan oleh warga atau pengendara lain yang melintas.

Situasi darurat medis itu kemudian direkam atau diceritakan secara sepihak, hingga berubah menjadi kabar burung mengenai peristiwa perampokan bersenjata.

Klarifikasi langsung dari korban dan penyebar unggahan ini sekaligus mematahkan narasi teror kejahatan yang sempat menyudutkan keamanan jalur antardesa di wilayah Rejang Lebong.

Kedua belah pihak mengimbau warganet agar lebih bijak bermedia sosial dengan menyaring setiap kabar sebelum membagikannya kembali ke ruang percakapan publik.

Penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi dinilai sangat berbahaya karena dapat merusak citra keamanan daerah serta menciptakan ketakutan psikologis yang tidak berdasar bagi para pelintas jalan.

Masyarakat juga diingatkan untuk selalu mengedepankan konfirmasi kepada pihak berwenang atau kepolisian terdekat ketimbang mempercayai rumor viral yang beredar liar di linimasa. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *