Lebong, Satujuang.com – Masyarakat Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, hanya menginginkan satu hal dari pemerintah, yaitu jalan yang layak untuk menghubungkan desa mereka dengan desa lain yang ada di Kabupaten Lebong.
Harapan tersebut terus disuarakan masyarakat dalam setiap musyawarah, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Di tengah berbagai persoalan pembangunan, akses jalan yang layak masih menjadi kebutuhan utama warga Desa Sungai Lisai.
Kondisi ini bukan tanpa alasan. Sulitnya akses menuju desa tersebut menjadi persoalan nyata yang dirasakan masyarakat setiap hari. Jalan sempit dan berlubang, ditambah sejumlah aliran sungai yang masih harus diseberangi, membuat perjalanan menuju desa di ujung Kabupaten Lebong itu membutuhkan perjuangan ekstra.
Harapan masyarakat tersebut diperkuat Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Sungai Lisai, Adhayani, saat ditemui di kediamannya di Desa Sungai Lisai, Sabtu (24/10/226).
Adha mengatakan, pemerintah desa bersama seluruh masyarakat sangat mengharapkan pembangunan jalan yang layak. Menurutnya, persoalan akses jalan selalu menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga dalam berbagai forum musyawarah.
“Dengan kondisi jalan seperti ini, kami pemerintah desa dan seluruh masyarakat sangat menginginkan jalan yang layak dilewati,” ujar Adha.
Sulitnya akses menuju Desa Sungai Lisai bukan sekadar keluhan masyarakat. Saat melakukan perjalanan menuju desa tersebut, wartawan Satujuang melihat dan merasakan langsung kondisi jalan yang memprihatinkan.
Sepanjang perjalanan, wartawan menjumpai jalan dengan kondisi sempit dan berlubang. Di sejumlah titik, aliran sungai juga masih menjadi bagian dari jalur yang harus dilewati masyarakat, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua.
Kondisi tersebut memperlihatkan betapa beratnya akses transportasi menuju desa tersebut. Perjalanan tidak hanya membutuhkan waktu yang panjang, tetapi juga menuntut kehati-hatian karena medan yang sulit dilalui.
Berdasarkan kondisi yang dijumpai di lapangan, akses menuju Desa Sungai Lisai masih membutuhkan perhatian serius. Jalan yang sempit dan berlubang serta keberadaan sejumlah penyeberangan sungai menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi warga untuk keluar-masuk desa.
Wartawan juga menemukan pembangunan jalan yang menggunakan Dana Desa, tetapi panjang pengerjaannya hanya beberapa meter. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya yang telah dilakukan, namun belum menjawab kebutuhan akses jalan secara menyeluruh hingga ke Desa Sungai Lisai.
Adha menjelaskan, perjalanan menuju desa dengan berjalan kaki dapat memakan waktu sekitar empat jam. Sementara itu, pengendara sepeda motor yang sudah berpengalaman dapat menempuh perjalanan sekitar dua jam, dengan catatan menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi untuk menghadapi medan tersebut.
“Kalau berjalan kaki, perjalanan bisa sekitar empat jam. Kalau menggunakan sepeda motor, bagi yang sudah berpengalaman bisa sekitar dua jam dan harus menggunakan motor yang sudah dimodifikasi,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat pembangunan jalan yang layak menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Akses yang lebih baik diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dan mengurangi kesulitan perjalanan yang selama ini mereka hadapi.
Anggaran Rp3 Miliar, Warga Berharap Bukan Sekadar Rencana
Di tengah kondisi akses yang sulit, muncul harapan bagi masyarakat setelah adanya informasi mengenai rencana Pemerintah Kabupaten Lebong membangun jalan menuju Desa Sungai Lisai pada 2027 dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.
Rencana tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mendambakan jalan layak. Namun, masyarakat tentu berharap rencana itu benar-benar diwujudkan sehingga akses menuju desa tidak terus menjadi persoalan dari tahun ke tahun.
Adha berharap rencana pembangunan tersebut dapat terealisasi sesuai dengan harapan masyarakat.
Bagi warga Sungai Lisai, jalan yang bagus bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan memperlancar hubungan dengan desa maupun wilayah lain.
Meski demikian, kepastian mengenai rencana pembangunan, besaran anggaran, serta tahapan pelaksanaannya masih perlu dikonfirmasi kepada pemerintah daerah.
Dalam waktu dekat, Satujuang akan meminta keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) guna memastikan status rencana pembangunan jalan tersebut.
Masyarakat Desa Sungai Lisai kini menaruh harapan agar aspirasi yang terus disampaikan dalam setiap musyawarah tidak hanya menjadi catatan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pembangunan jalan yang layak dan dapat dinikmati masyarakat. (Red).





















