Keluarga Cium Kejanggalan Tewasnya Korban Kebakaran Gudang di Bumi Ayu

Kota Bengkulu, Satujuang.com – Pihak keluarga korban mencium sejumlah kejanggalan di balik tewasnya Febriansyah, kepala gudang logistik yang tewas dalam kebakaran Gudang di Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Keluarga didampingi penasihat hukum mengawal proses autopsi forensik yang dilakukan penyidik kepolisian di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu, Sabtu (24/10/26).

Perwakilan keluarga korban, Aizan Dahlan, menegaskan langkah autopsi ini diambil guna memastikan penyebab pasti kematian almarhum akibat adanya tanda-tanda yang dinilai tidak wajar pada jenazah.

“Kami dari pihak keluarga korban Febriansyah melihat ada beberapa kejanggalan. Didampingi kuasa hukum, kami mengawal autopsi forensik dengan catatan ada kejanggalan di tubuh almarhum,” ujar Aizan.

Kecurigaan keluarga bermula dari aktivitas korban beberapa jam sebelum kobaran api melalap fasilitas penyimpanan makanan ringan milik PT Indofood tersebut.

Pada Kamis sore, korban sempat berada di kantor untuk mendampingi agenda audit dari kantor pusat Jakarta.

Setelah proses audit tuntas, almarhum diketahui sudah kembali ke rumah pribadinya saat waktu magrib tiba.

“Padahal hari Kamis itu almarhum sebelum kebakaran baru pulang dari kantor setelah ada audit tim dari Jakarta. Saat magrib dia sudah pulang ke rumah. Yang menjadi pertanyaan, kenapa malam itu dia datang lagi ke gudang?” ungkap Aizan.

Keluarga juga menyoroti raibnya barang-barang penting di lokasi kejadian perkara yang hingga kini belum ditemukan petugas.

“Masih jadi pertanyaan juga, gembok gudang dan handphone almarhum belum ditemukan. Mudah-mudahan nanti lewat penyelidikan bisa terungkap semuanya,” tambahnya.

Ketiadaan ponsel dan gembok ruko tersebut dinilai janggal, mengingat korban sempat menghubungi istrinya melalui panggilan telepon sesaat sebelum api membesar.

Pihak keluarga berharap Satreskrim Polresta Bengkulu mengusut tuntas perkara ini hingga ke motif mendasar di balik insiden maut tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *