Pencarian 8 Jurnalis dan Kru Kapal di Anak Krakatau Meluas Hingga Pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano

2 menit baca

Jakarta, Satujuang.com – Operasi pencarian terhadap delapan orang rombongan jurnalis dan kru kapal yang hilang saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kini memasuki hari kedelapan, Selasa (15/9/26).

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memutuskan untuk memperluas jangkauan operasi SAR hingga ke wilayah pesisir Provinsi Bengkulu dan perairan Pulau Enggano.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan korban maupun material kapal cepat (speedboat) yang terbawa arus laut jauh ke arah utara.

SAR Mission Coordinator, Al Amrad, menegaskan bahwa perluasan wilayah pemantauan dilakukan seiring belum ditemukannya tanda-tanda keberadaan delapan korban sejak musibah terjadi.

“Pencarian kami perluas ke wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” terang Al Amrad dalam keterangannya di Jakarta.

Pada penyisiran hari kedelapan, tim SAR gabungan menyisir lima sektor perairan dengan total luas area pencarian mencapai 3.962 mil laut persegi.

Belasan armada besar dikerahkan dalam operasi masif ini, mulai dari KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahowang, KP Sanjaya, armada RIB, RBB Pulau Peucang, hingga kapal-kapal KP Polairud.

Adapun delapan orang yang hilang sejak Senin (7/9) tersebut terdiri dari lima jurnalis media massa dan tiga awak kapal.

Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu Agency), dan Donal (jurnalis lepas).

Sementara tiga orang lainnya merupakan kru kapal, yaitu Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada pukul 14.00 WIB untuk meliput erupsi Anak Krakatau. Kontak terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB ketika korban sempat membagikan koordinat posisi di 6°14’40.52″S dan 105°40’49.48″T.

Sekitar 22 menit pasca-kontak terakhir, atau pukul 15.04 WIB, kapal cepat tersebut resmi dinyatakan hilang kontak. Penyisiran hingga perairan Bengkulu kini menjadi tumpuan harapan untuk membuka titik terang keberadaan seluruh korban. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *