53 Murid SDN 65 Lebong Terima Seragam Gratis, Kepsek Harap Tambahan Ruang Kelas

2 menit baca

Lebong, Satujuang.com – Sebanyak 53 murid SDN 65 Lebong menerima seragam gratis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong. Penyerahan bantuan berlangsung di lapangan SDN 65 Lebong dan dihadiri para wali murid serta dewan guru, Jumat (7/8/26).

Program seragam gratis tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Pemkab Lebong dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus membantu meringankan beban orang tua menjelang tahun ajaran baru.

Kepala SDN 65 Lebong, Rita Oktapia, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lebong H. Azhari, yang telah merealisasikan program tersebut. Menurutnya, bantuan itu sangat dirasakan manfaatnya oleh para siswa maupun orang tua.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Lebong atas perhatian yang diberikan kepada dunia pendidikan. Seragam gratis ini sangat membantu orang tua murid, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Rita.

Selain menerima seragam gratis dari Pemkab Lebong, para siswa juga memperoleh perlengkapan sekolah berupa buku tulis, kotak pensil, dan alat tulis yang disiapkan pihak sekolah.

Salah seorang wali murid, Jaka Wana, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Menurutnya, perlengkapan sekolah yang diterima anak-anak sangat membantu mengurangi pengeluaran keluarga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lebong dan pihak sekolah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena anak-anak tidak hanya mendapatkan seragam gratis, tetapi juga buku, kotak pensil, dan alat tulis,” ujarnya.

Di balik kebahagiaan itu, pihak sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana belajar. Rita mengungkapkan jumlah peserta didik yang terus bertambah belum diimbangi dengan ketersediaan ruang kelas sehingga sebagian siswa masih harus mengikuti kegiatan belajar pada siang hari.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap pembangunan ruang kelas baru. Mengingat luas lahan sekolah yang terbatas, pembangunan gedung dua lantai dinilai menjadi solusi agar seluruh siswa dapat belajar pada pagi hari.

“Kami berharap ada bantuan pembangunan gedung dua lantai dari pemerintah maupun kementerian terkait. Dengan tambahan ruang kelas, seluruh siswa bisa belajar pada pagi hari sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan nyaman,” tutupnya. (ficky).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *