Kabupaten Blitar, Satujuang.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, memberikan apresiasi warga Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, atas kesuksesan pembangunan dan peresmian Balai Arca Mbah Gede.
Secara khusus, legislator senayan sekaligus Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Blitar tersebut melempar penghargaan tinggi terhadap performa kepemimpinan kepala desa setempat.
Melalui draf penyampaian resminya, Nurhadi menilai Kepala Desa Gaprang, Asharul, telah berhasil menjalankan peran strategis sebagai motor penggerak partisipasi publik sosiologis di tingkat akar rumput.
“Saya mengapresiasi Bapak Asharul selaku Kepala Desa Gaprang yang mampu menjadi penggerak dan pemersatu masyarakat,” ujar Nurhadi dalam rilis resminya, Minggu (14/6/26).
Menurut politisi andalan jajaran Nasdem dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI tersebut, gaya kepemimpinan yang dekat dan adaptif dengan warga merupakan modal utama sosiologis dalam menata tatanan desa yang harmonis.
Kemampuan merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa sekat dinilai menjadi kunci utama mengapa pembangunan Balai Arca Bentar dan Penyengker Arca punden desa tersebut bisa terealisasi secara swadaya.
Meskipun dalam draf kegiatan syukuran yang digelar pada Sabtu (13/6) malam itu kehadirannya diwakili oleh Bendahara Umum DPD Nasdem Blitar, Ribut Heriyanto, Nurhadi menegaskan tetap memantau jalannya acara secara berkala.
Ia mengaku bangga melihat grafik kekompakan dan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga Desa Gaprang yang dinilai layak menjadi draf percontohan bagi wilayah lain.
Bagi Nurhadi, indikator kemajuan suatu daerah sosiologis tidak boleh hanya diukur secara kaku melalui draf pembangunan infrastruktur fisik semata.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga bagaimana membangun persatuan dan rasa memiliki terhadap lingkungan,” imbuh legislator Komisi IX tersebut.
Di samping melempar pujian bagi kinerja internal pemdes, Nurhadi menitipkan pesan taktis agar tatanan kerukunan umat beragama dan toleransi sosiologis yang sudah mengakar kuat dapat terus dirawat secara berkelanjutan.
Perbedaan keyakinan di tingkat lokal diimbau tidak menjadi celah perpecahan, melainkan harus dikonversi menjadi energi kolektif untuk saling menjaga identitas kebudayaan daerah.
Senada, Bendahara DPD Nasdem Blitar, Ribut Heriyanto, menambahkan bahwa langkah Desa Gaprang dalam menguri-uri adat budaya melalui pagelaran wayang kulit merupakan wujud nyata lestarinya kearifan lokal Jawa.
Dengan modal sosial persatuan yang kompak ini, jajaran pengurus meyakini segala tantangan pembangunan makro sosiologis di masa depan akan jauh lebih mudah diselesaikan secara mufakat. (Herlina)











