Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu sukses menggelar Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026 di Hotel Two K Azana Style, Selasa (28/4/26).
Forum ini menjadi panggung strategis yang mempertemukan para “raksasa” pengusaha muda nasional, pemangku kebijakan, dan investor untuk membedah peluang ekonomi di Bumi Rafflesia.
Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Ir H Mian, dan dihadiri jajaran Forkopimda serta Kepala OPD Provinsi Bengkulu.
Kehadiran Tokoh Kunci BPP HIPMI dan Tokoh Nasional
FORBISDA 2026 terasa istimewa dengan kehadiran delegasi Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI dan tokoh lintas daerah yang memperkuat gaung kolaborasi antarwilayah. Di antaranya:
- Ade Jona Prasetyo (Anggota DPR RI / Calon Ketua Umum BPP HIPMI 2026–2029).
- Sona Maesana (Staf Khusus Menteri Investasi).
- Diza Hazra Aljhosa (Wakil Wali Kota Jambi / Pengurus BPP HIPMI).
- Irsan Yumenk (Ketua Umum ASKI).
- Rivai Kusumanegara, S.H., M.H. (Sekjen IKADIN).
Hadir pula Ketua Umum BPD HIPMI dari provinsi tetangga, yakni Fadhillah Hasrul (Jambi) dan Gilang Ramadhan (Lampung), yang menandakan kuatnya sinergi pengusaha muda se-Sumatera.
Mendorong Pengusaha Daerah “Naik Kelas”
Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, dalam pidatonya menegaskan bahwa FORBISDA bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan pengusaha lokal mampu bersaing di level nasional.
“FORBISDA adalah ruang bertemunya ide dan peluang. Kami ingin memastikan pengusaha muda Bengkulu naik kelas dan menjadi bagian utama dari arus pembangunan ekonomi nasional melalui iklim usaha yang kondusif,” tegas Yosia.
Senada dengan itu, Ade Jona Prasetyo menyampaikan visinya untuk menjadikan HIPMI sebagai motor penggerak ekonomi berbasis daerah.
Menurutnya, konektivitas bisnis dari daerah menuju level internasional adalah kunci kedaulatan ekonomi masa depan.
Bedah Potensi: Dari Kopi Hingga Kepastian Hukum
Forum ini juga menghadirkan diskusi mendalam dari berbagai perspektif:
- Hilirisasi Komoditas: Ketua ASKI, Irsan Yumenk, membedah potensi kopi Bengkulu agar tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi melalui proses hilirisasi dan branding global.
- Aspek Hukum: Sekjen IKADIN, Rivai Kusumanegara, memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan bisnis dan kepastian hukum bagi para start-up dan pengusaha daerah.
- Kemudahan Investasi: Staf Khusus Menteri Investasi, Sona Maesana, menyoroti peran HIPMI dalam menjembatani komunikasi antara investor besar dengan potensi yang ada di daerah.
Optimisme Pasca-FORBISDA
Kesuksesan acara yang dikomandoi oleh Singgih Tri Wibowo (Ketua SC) dan Masdi Hari Bowo (Ketua OC) ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kesepakatan bisnis (B2B) yang nyata.
Dengan dukungan penuh dari jajaran BPC HIPMI se-Provinsi Bengkulu, forum ini optimis mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi inklusif dan inovatif. (Red)











