Satu Tahun Dedy-Ronny: Menjahit Harapan dan Ambisi Membawa Bengkulu “Melesat” ke Kancah Nasional

Satujuang, Kota Bengkulu- Tepat satu tahun Dedy-Ronny sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk melakukan perubahan besar.

Melalui serangkaian kebijakan taktis dan keberanian dalam eksekusi anggaran, duet ini sukses mengubah wajah Ibu Kota Provinsi Bengkulu menjadi lebih modern tanpa kehilangan akar religiusitasnya.

Dalam dialog spesial memperingati satu tahun kinerjanya, Dedy Wahyudi memaparkan sebuah optimisme tinggi.

Ia meyakini bahwa momentum transformasi Kota Bengkulu saat ini berada pada titik yang tepat untuk “melesat” lebih jauh.

Satu hal yang paling menonjol dalam setahun kepemimpinan ini adalah perubahan paradigma kepemimpinan.

Dedy Wahyudi menegaskan bahwa statusnya sebagai “nomor satu” saat ini menuntut tanggung jawab penuh tanpa celah untuk berdalih.

“Dulu, saat masih menjabat wakil walikota, saya mungkin bisa berlindung di balik fakta bahwa saya bukan pengambil keputusan akhir. Namun hari ini, tidak ada lagi alasan. Masyarakat tidak peduli soal efisiensi anggaran atau singkatnya waktu jabatan; yang mereka butuhkan adalah hasil, dan kami hadir untuk itu,” tegas Dedy.

Sektor infrastruktur menjadi etalase utama keberhasilan Dedy-Ronny.

Menyadari bahwa pertumbuhan perumahan baru di Bengkulu melesat cepat, Pemkot melakukan pergeseran anggaran secara masif untuk memastikan aksesibilitas warga terjaga.

Pembangunan 77 Link Jalan: Dalam 365 hari, sebanyak 77 ruas jalan lingkungan telah tuntas dibangun dan dilapisi aspal mulus, lengkap dengan instalasi lampu jalan untuk keamanan warga di malam hari.

Target 2026: Pemkot telah mengunci anggaran sebesar Rp210 miliar untuk tahun depan.

Targetnya ambisius: menuntaskan sisa 200 titik jalan lingkungan agar Kota Bengkulu benar-benar “Merdeka Lubang”.

Penanganan Banjir: Tak sekadar janji, Pemkot mengucurkan Rp3,5 miliar untuk pembangunan jembatan dan perbaikan dariainase di Kelurahan Kebun Tebeng serta kawasan Pekan Sabtu.

Langkah ini menjadi jawaban atas keluhan klasik warga yang kerap terendam banjir setiap kali hujan deras melanda.

Belungguk Point: Menghidupkan Narasi “Kota Tua” yang Modern
Pencapaian artistik dan ekonomi paling ikonik dalam setahun ini adalah lahirnya Belungguk Point di Jalan S Parman.

Dengan mengadopsi konsep semi-pedestrian ala Malioboro, kawasan ini disulap menjadi ruang publik yang estetis dengan lampu-lampu hias dan bangku taman.

Nama “Belungguk” yang berarti berkumpul dalam bahasa lokal bukan sekadar nama.

Kawasan ini kini menjadi pusat gravitasi baru ekonomi kreatif yang menampung lebih dari 160 pelaku UMKM lokal.

Strategi ini dinilai berhasil menghidupkan kembali narasi kota sekaligus mempercantik “teras” Provinsi Bengkulu bagi wisatawan.

Di bawah Dedy-Ronny, birokrasi dipaksa bergerak lebih lincah. Muncul instruksi tegas: “Lurah adalah Walikota”.

Artinya, lurah wajib menjadi solusi pertama bagi setiap persoalan warga di lapangan tanpa harus menunggu instruksi berjenjang.

Selain itu, komitmen sosial tetap menjadi pilar utama:
Kesehatan Gratis (UHC): Jaminan berobat gratis hanya dengan KTP bagi seluruh warga kota.

Pendidikan Tanpa Beban: Larangan keras terhadap segala bentuk pungutan sekolah dan penahanan ijazah bagi warga kurang mampu.

Layanan 4 in 1 Duka Cita: Sebuah inovasi pelayanan publik di mana keluarga yang berduka mendapatkan empat dokumen sekaligus (Akta Kematian, KTP, KK, dan Santunan) secara instan.

Perlindungan Pekerja Rentan: Pemberian BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi ribuan Ketua RT, RW, LPM, hingga pemandi jenazah yang selama ini kurang terperhatikan.

Revitalisasi ekonomi juga merambah ke pasar-pasar tradisional.

Penataan Pasar Minggu dan Pasar Panorama yang kini lebih rapi, serta penghidupan kembali Pasar Barukoto II di kawasan Kampung Cina, menjadi modal penting bagi Dedy-Ronny untuk membawa Bengkulu bersaing di level nasional.

“Kami sadar ini baru tahun pertama. Arah pembangunan sudah jelas, fondasi sudah kuat. Tinggal menunggu waktunya, Kota Bengkulu akan melesat,” pungkas Dedy dengan nada optimis.

Setahun kepemimpinan Dedy-Ronny bukan hanya soal angka dan kilometer jalan yang dibangun, melainkan tentang bagaimana menghadirkan rasa bahagia dan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga Kota Bengkulu. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *