Satujuang, Seluma- Seruan tuntutan keadilan kembali menggema di halaman Kantor Bupati Seluma. Ratusan honorer yang tergabung dalam forum pejuang P3K Tahap II gelar aksi damai menuntut Bupati Seluma bertanggung jawab atas nasib mereka, Senin (19/1/26).
Dalam suasana haru tersebut, kamera jurnalis Satujuang tertuju kepada seorang bapak paruh baya yang terlihat sedih menyampaikan keluh kesahnya kepada Wakil Bupati Seluma Drs Gustianto.
“Saya mulai honor di kantor camat Seluma Barat mulai tahun 2008 pak, hingga akhir 2025 saya diberhentikan,” sampai Sopyan dengan nada sedih dan disambut sorak sorai masa lainnya.
Kalimat sederhana itu menjadi simbol kegelisahannya setelah sekian lama menunggu kejelasan formasi dan kepastian pengangkatan sebagai ASN maupun PPPK.
Ditambahkannya, bahwa diawal tahun 2026 ini harapannya menjadi Abdi negara justru pupus pupus tanpa arah.
Diperparah lagi bahwa tidak ada sedikitpun kepedulian dari pemerintah atas lamanya pengabdian yang ia sudah berikan.
“Pengabdian saya tanpa putus sejak 2008 hingga tahun 2025, mengapa saya diberhentikan? apakah karena saya tidak ada orang dalam,” sampainya kepada wakil Bupati sambil beruraian air mata di tengah derasnya hujan.
Sementara itu, Wati seorang perempuan petugas kebersihan di kantor perizinan kabupaten Seluma, juga menyampaikan aspirasinya. Dirinya diberhentikan sebagai satu-satunya petugas kebersihan di kantor tersebut.
“Coba bapak fikir selama ini saya sendiri membersihkan kantor perizinan sebesar itu. Dengan alasan tidak ada anggaran untuk menggaji saya, saya justru diberhentikan,” lirih ibu Wati dalam orasinya.
Mirisnya, bahwa saat ini sudah ada 6 orang pengganti dirinya di kantor tersebut. Ia juga mempertanyakan apakah karena dia tidak ada kekuatan orang dalam.
“Katanya tidak ada anggaran, masuknya enam orang baru di kantor itu anggarannya dari mana? Apakah karena saya tidak ada orang dalam,” sampainya dengan lantang.
Diketahui bahwa aksi unjuk rasa dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Massa awalnya berorasi di halaman kantor bupati Seluma hingga siang hari masa berpindah ke kantor DPRD Seluma untuk menyampaikan orasinya. (Da)











