“Kami Inginkan Kebesaran Hati Bang Aul” Petinggi PAN Minta Kadernya Damai dengan ART ‘Rakyat Kecil’

Satujuang, Kota Bengkulu– Polemik kasus hukum antara mantan pengasuh anak, RAJ (20), dan keluarga Anggota DPRD Kota Bengkulu dari PAN, Fachrulsyah (Aul), kini memasuki babak baru.

Pimpinan Wilayah PAN Bengkulu “turun gunung” untuk meredam dampak negatif kasus ini terhadap jargon “Bantu Rakyat” yang diusung partai.

Secara terbuka, Sekretaris DPW PAN Bengkulu, Teuku Zulkarnain, yang juga Wakil Ketua I DPRD Provinsi, menyampaikan permohonan khusus kepada Aul.

Ia meminta kadernya itu untuk menunjukkan kemuliaan hatinya dan memaafkan RAJ.

“Kita inginkan kebesaran hati Bang Aul,” ujar Teuku Zulkarnain.

Permohonan ini disampaikan Teuku bukan tanpa alasan. Ia secara blak-blakan mengingatkan Aul bahwa statusnya sebagai anggota dewan dari PAN melekat dengan kewajiban moral untuk menjalankan slogan partai.

“Karena beliau juga anggota Partai Amanat Nasional dan beliau juga menyandang status sebagai anggota yang bantu rakyat,” tegas Teuku, seolah memberi teguran halus.

Teuku Zulkarnain mengakui bahwa ia telah bergerak cepat untuk mengakhiri polemik ini.

Ia secara pribadi mendorong agar kasus ini diselesaikan melalui Restorative Justice (RJ) atau jalan damai.

“Saya sudah kontak pengacara, Fahmi Lubis, untuk kemudian mengupayakan RJ saja, saling islah, damai saja. Karena ini baik untuk semuanya,” jelasnya.

Petinggi PAN ini bahkan secara spesifik menggambarkan posisi RAJ sebagai “rakyat kecil” yang seharusnya dibantu, sesuai dengan amanat partai.

“Nah ART ini juga saya lihat bahwa rakyat, kan rakyat kecil. Kalau dia mampu dia nggak mungkin menjadi ART. Tentu dia dengan keadaan dia yang kita juga prihatin, bahkan kalau bisa kita bantu,” ungkap Teuku.

Teuku menegaskan bahwa jargon “Bantu Rakyat” adalah perintah Ketua Umum yang harus dilaksanakan, bukan sekadar pajangan.

Oleh karena itu, ia telah memerintahkan Fraksi PAN di Kota Bengkulu untuk segera menindaklanjuti proses damai ini.

“Saya pikir beliau (Aul) juga bisa menerima, karena kita juga mengajak beliau untuk melihat secara luas gambarannya,” tambah Teuku, penuh harap. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *