Inspektur Provinsi Bengkulu Dipanggil Kejati, Ada Apa?

Satujuang, Bengkulu – Inspektur Provinsi Bengkulu, Heru Susanto, tampak hadir di Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu pada Senin (30/6/25).

Kehadiran Heru langsung mengundang sorotan publik, mengingat intensitas penyidikan sejumlah kasus korupsi besar yang tengah ditangani Kejati saat ini.

Heru terlihat keluar dari gedung kejaksaan dengan sikap santai. Ia sempat melambaikan tangan ke arah awak media sebelum memberikan keterangan singkat. Saat ditanya soal kedatangannya, Heru menepis spekulasi dan menyebut hanya sebatas “koordinasi”.

“Tidak ada, hanya koordinasi saja. Saya di dalam hanya 15 menit saja,” pungkas Heru yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas (Kadis) ESDM Provinsi Bengkulu sebelum meninggalkan lokasi.

Kedatangan Heru diduga terkait dengan perkara Kasus Tambang Ilegal yang sedang diselidiki pihak Kejati Bengkulu.

Terkait perkara tersebut dua kantor perusahaan tambang telah digeledah karena diduga melakukan eksplorasi di luar koordinat resmi IUP (Izin Usaha Pertambangan).

Dugaan ini dikuatkan dengan kehadiran sejumlah ASN dinas ESDM yang juga tampak terlihat keluar dari kantor Kejati Bengkulu sesaat setelah Heru.

Untuk diketahui selain kasus tambang, Kejati Bengkulu saat ini tengah menyelidiki sejumlah kasus dugaan korupsi bernilai besar, dengan potensi kerugian negara mencapai triliunan rupiah lainnya, diantaranya:

  • Kasus DPRD Provinsi Bengkulu Penggeledahan sudah dilakukan di Kantor Sekretariat DPRD dan BPKAD Provinsi Bengkulu terkait aliran dana mencurigakan.
  • Kebocoran PAD Mega Mall & PTM Bengkulu, Kejati telah menetapkan 7 tersangka, termasuk mantan Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi dan sejumlah tokoh bisnis seperti Kurniadi Benggawan, Wahyu Laksono, dan Hariadi Benggawan.
  • Penyelewengan Dana di Kantor Pos Induk Bengkulu
    Dugaan korupsi internal yang melibatkan oknum pegawai sedang didalami.

Dengan banyaknya nama besar dan kerugian negara yang fantastis, publik kini terus mencermati setiap pihak yang dipanggil Kejati, termasuk kehadiran pejabat struktural seperti Heru Susanto. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *