Satujuang, Cirebon – Sebanyak 14 korban longsor di lokasi tambang Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendaria Rochmawan, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan kondisi medis, rekam sidik jari, dan barang bukti milik korban.
“Setelah identifikasi selesai, jenazah segera diproses pemulasaraan dan akan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Hendaria.
Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah korban yang diduga tertimbun di dalam area longsoran.
Hendaria menambahkan bahwa tim gabungan akan melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.
“Korban yang luka-luka sebagian sudah diperbolehkan pulang dari RS Sumber Hurip dan Puskesmas Dukupuntang, serta melanjutkan perawatan jalan,” terang dia.
Menurut data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, hingga Sabtu (31/5/25) diperkirakan masih ada 8 orang lagi yang belum ditemukan.
“Evakuasi akan kami lanjutkan besok pagi,” kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tela mencabut izin operasional tambang Gunung Kuda saat meninjau lokasi bencana pada Sabtu (31/5).
Keputusan itu diambil lantaran standar keselamatan kerja tidak terpenuhi dan adanya kelalaian pengelola dalam menindaklanjuti sejumlah peringatan.
“Pengelolaan tambang di sini tidak sesuai standar keamanan yang telah ditetapkan,” tegas Dedi Mulyadi.
Diketahui, 3 tahun lalu Gubernur Jawa Barat sudah pernah menyampaikan peringatan kepada pihak pengelola, yaitu Koperasi Pondok Pesantren Al-Azhariyah.
Tambang tersebut bahkan beberapa kali menerima surat teguran dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat.
Sayangnya, hingga saat ini belum terlihat upaya signifikan untuk memperbaiki protokol keselamatan kerja.
“Malam tadi kami menerbitkan sanksi administratif berupa penghentian dan pencabutan izin operasi,” tutur Dedi. (AHK)











