Wabup Malang Dampingi Menko PMK RI Hadiri Dies Natalis UB

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Malang – Wakil Bupati (Wabup) Malang H Didik Gatot Subroto menghadiri Lustrum ke – XII Dies Natalis ke-60, Universitas Brawijaya (UB), Kamis (5/1/23).

Di kegiatan tersebut Wabup mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M. AP.

Hadir juga Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., beserta Jajaran dan para Rektor UB Lintas Generasi, Direktur/Direktorat UB.

Dengan mengambil tema “Green Paradigm & Innovative Actions for Sustainable Prosperity”, Dies Natalis UB ke-60 diwarnai dengan kegiatan napak tilas oleh sejumlah civitas akademika UB.

Napak tilas ini dipimpin oleh Wakil Rektor 4 Bidang Perencanaan dan Kerjasama UB, Prof. Moch Sasmito Djati akan melakukan napak tilas dengan lari Maraton dari Trowulan menuju kampus UB.

Di usia 60 tahun pada Januari 2023 nanti, UB terus berupaya meningkatkan kapasitas internal, prestasi dosen dan mahasiswa lebih bagus dan baik guna meneguhkan World Class University (WCU).

Pihaknya juga akan menggenjot peringkat dunia UB yang saat ini masih diperingkat 800.

Berbagai upaya saat ini telah banyak dilakukan, namun kini hal tersebut terus digenjot dan di optimalkan guna mencapai peringkat 500 universitas kelas dunia.

Lebih lanjut, rangking ini menjadi salah satu indikator untuk untuk maju meneguhkan world class University.

Saat ini juga terus diupayakan untuk UB memiliki 500 dosen asing yang dapat mengajar.

Wabup terlihat sangat apresiasi ketika Menko PMK memberikan orasi ilmiah pada Rapat Terbuka Dies Natalis UB ke-60.

Sejalan dengan Pradigma Hijau Kemenko PMK menjalankan gerakan menanam 10 juta pohon sebagai salah satu aksi dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Saya ingin mengaitkan dengan tema Lustrum XII Dies Natalis UB ke 60, yaitu Brawijaya telah mencanangkan satu tema besar tentang Green Paradigm & Innovative Actions for Sustainable Prosperity bahwa pembangunan Pemerintah sejatinya adalah untuk mensejahterakan rakyat,” ucap Menko PMK.

Lebih lanjut, Beliau menjelaskan pula bahwa kemiskinan ekstrem masih jadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menuju Indonesia Maju.

Presiden RI Joko Widodo menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem bisa mencapai nol persen pada 2024.

Selain kemiskinan ekstrem, Permasalahan stunting merupakan masalah serius dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Tantangan ini harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan Indonesia bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas.

Oleh kerena itu, Proses penyelenggaraan pendidikan tinggi harus menerapkan paradigma hijau.

Selain itu, di dalam tema tersebut juga terdapat green economy yakni suatu gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat.

Sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan atau juga diartikan perekonomian yang rendah/ tidak menghasilkan emisi karbondioksida terhadap lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial.

“Saya ucapkan selamat ulang tahun Universitas Brawijaya dan Lustrum XII, semoga UB semakin maju dan menjadi Green Campus”, pungkas Muhadjir Effendy.

Turut hadir dalam acara ini Jajaran Perangkat Daerah Jawa Timur, Jajaran Perangkat Daerah Pemkot Malang, Jajaran Forkopimda Malang Raya dan para Direktur Mitra Industri, serta Pimpinan Perbankan. (Prokopim/dws).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *