Lebong, Satujuang.com – Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB, mendukung PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Proyek Hululais dalam memperkuat upaya pencegahan stunting di Kabupaten Lebong.
Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri sosialisasi pencegahan stunting sekaligus pemberian bantuan bagi ibu hamil di Kantor Desa Manai Blau, Kecamatan Lebong Selatan, Kamis (20/8/26).
Program PGE tersebut menyasar 81 keluarga berisiko stunting (KRS) dan 30 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK).
Untuk keluarga berisiko stunting, bantuan diberikan berupa telur ayam selama tiga bulan.
Sementara bagi ibu hamil KEK, bantuan meliputi vitamin lengkap dan telur ayam untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan.
Bambang ASB mengapresiasi kepedulian PGE yang turut mengambil bagian dalam upaya pemerintah daerah menekan angka stunting.
Menurutnya, pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan. Pemenuhan gizi ibu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak ibu mengandung. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil menjadi perhatian penting agar anak yang dilahirkan dapat tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting,” ujar Bambang.
Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penerima. Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Sementara itu, Sr. Supervisor HSSE PGE Hululais, Arif Santyabudi, yang mewakili pimpinan proyek, mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat.
PGE juga merancang mekanisme penyaluran yang melibatkan warung-warung di sekitar tempat tinggal penerima bantuan.
“Untuk pengambilan telur, PGE Hululais akan memberdayakan warung-warung yang berdekatan dengan rumah penerima manfaat. Dengan begitu, bantuan ini tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Arif.
Menurutnya, mekanisme tersebut dipilih agar program bantuan memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Warung yang menjadi tempat pengambilan telur nantinya dapat memperoleh pasokan dari peternak lokal.
“Peternak sudah pasti menjual produksinya ke warung. Ketika warung menjadi tempat pengambilan telur, maka peternak dan warung juga ikut merasakan manfaat dari program ini,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan gizi keluarga penerima manfaat. Program juga diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat melalui keterlibatan peternak dan warung.
Arif menambahkan, PGE berkomitmen mendukung program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pencegahan stunting.
Program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi 81 keluarga berisiko stunting dan 30 ibu hamil KEK selama periode bantuan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Lebong. (Ficky).












