Satujuang, Bengkulu- Viral, konten TikTok Gubernur Helmi Hasan saat menerima audiensi mahasiswa BEM KBM Universitas Bengkulu (UNIB) pada Senin (14/4) kemarin dapat bantahan tegas dari pihak mahasiswa.
Sebelumnya diketahui, Helmi Hasan mengunggah hasil audiensi tersebut dengan video TikTok berjudul ‘Menerima BEM UNIB Pembuat poster dariakula Penghisap Darah‘.
Video menunjukkan sosok Helmi Hasan sedang berbicara menanggapi pertanyaan dihadapan para mahasiswa, diawali dengan potongan video pertanyaan dari salah satu mahasiswa.
“Tentang transparansi anggaran yang kami tanyakan, tentang Willie Salim yang kami tanyakan, momentum saat kita makan besar di pulau enggano mereka sulit makan,” tanya salah seorang mahasiswa dalam video tersebut.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Helmi Hasan terlihat sangat lembut, bijak dan bersahaja saat memberikan jawaban kepada si mahasiswa dengan diiringi backsound sedih. Video ini banjir pujian para netizen, terlihat dari komentar di video tersebut.
Namun, di menit 3.11 dalam video tersebut nada suara dan mimik muka Helmi Hasan terlihat berubah, sudut pengambilan gambar dan gaya duduk juga ikut berubah.
“Siapa yang gak makan di Enggano itu?, mahasiswa UIN itu ada disana, telponan terus, gak ada yang gak makan,” ujar Helmi dikutip dari video yang ramai pujian tersebut.
Menurut penelusuran media ini, video tersebut sudah tersebar luas. Sudah ditonton hampir 1 juta viewer dan beberapa akun terlihat memposting ulang konten tersebut.
Menanggapi konten tersebut melalui akun TikTok @bemkbmunib, para mahasiswa menunjukkan sisi yang berbeda atas cara dan apa yang disampaikan Helmi Hasan saat pertemuan tersebut berlangsung.
Sikap bijak nan bersahaja Helmi Hasan seperti yang ada dalam video konten TikTok nya ternyata tidak ada dalam video rekaman suara yang di unggah akun @bemkbmunib, tampak jauh berbeda.
“Pada Senin, 14 April 2025 BEM KBM UNIB melaksanakan audiensi dengan Gubernur Bengkulu, terkait Permasalahan yang ada didaerah seperti permasalahan Terisolasinya masyarakat Enggano, Transparansi Makan Akbar 100 ribu orang Bengkulu, Program Job fair, dan Rencana evakuasi warga Palestina ke Bengkulu,” dikutip dari keterangan video milik @bemkbmunib.
BEM KBM UNIB menyebut, mereka merasa dirugikan karena banyak sekali kontroversi dari audiensi, mulai dari media yang tidak diperbolehkan masuk, HP dikumpulkan oleh tim keamanan gubernur saat berjalannya audiensi.
“Untungnya Pada saat itu media BEM KBM UNIB bisa memasukkan tablet sebagai perekam audio saat berjalannya audiensi,” lanjutnya.
“Ini adalah fakta yang terjadi pada audiensi kemarin, jangan sampai kita mudah tergiring oleh opini lewat video potongan di TikTok yang sengaja dibuat untuk merugikan sebelah pihak,” tegas keterangan tersebut.
Pihak mahasiswa merasa disudutkan karena video yang diupload tidak sesuai dengan fakta yang terjadi saat audiensi berlangsung.











