Soal Parkir Indo-Alfa, Pemkot Bengkulu Terindikasi Kehilangan Potensi PAD Hingga Miliaran Rupiah Pertahun

Satujuang- Polemik yang muncul akhir-akhir ini terkait parkir gerai Alfamart se-Kota Bengkulu menguak fakta baru terkait potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu.

Informasi itu terungkap dalam sesi wawancara dengan Dede Frastien SH MH selaku kuasa hukum PT Joker Prima Star saat melayangkan somasi kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu pada hari ini, Kamis (13/6/24).

Dede menyebut ada dugaan kebocoran PAD dari pengelolaan parkir gerai Alfamart se-Kota Bengkulu yang dilakukan oleh pihak CV.Hulubalang selama ini.

“Setelah dilakukannya uji petik, pihak Alfamart seharusnya membayar pajak parkir kepada Bapenda sebesar Rp75 juta perbulan untuk seluruh gerainya di kota Bengkulu, namun pihak pengelola hanya menyetorkan sebesar Rp15 juta perbulan,” ungkap Dede.

Kata Dede, Bapenda yang waktu itu masih dipimpin Eddison sempat mengundang CV.Hulubalang dan Alfamart untuk menyampaikan bahwa pajak parkir gerai Alfamart harus disetorkan sebesar Rp75 juta rupiah.

Namun, diduga pemberitahuan dari pihak Bapenda tersebut tidak dihiraukan oleh pihak Hulubalang dan Alfamart. Sebab alasan itu pula lah yang diduga jadi penyebab pengelolaan parkir gerai Alfamart se-Kota Bengkulu pindah ke PTJoker Prima Start.

Jika setiap bulannya Pemerintah Kota (Pemkot) seharusnya menerima Rp75 juta perbulan dan dihitung selisihnya dari besaran setoran saat ini yang hanya Rp15 juta perbulan.

Selisih setoran Rp60 juta yang hilang, jika dihitung untuk 1 tahun atau 12 bulan, maka bisa dikatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah kehilangan potensi penghasilan PAD sebesar Rp720 juta setiap tahunnya dari sektor pajak parkir.

Jumlah ini belum termasuk pajak parkir yang bisa didapatkan dari pengelolaan parkir di gerai-gerai milik Indomaret se-Kota Bengkulu yang juga mengutip uang parkir kepada konsumennya selama ini.

Terkait pesoalan ini, belum diketahui secara pasti, apakah hal ini juga merupakan salahsatu penghambat sulit tercapainya target PAD Kota Bengkulu selama ini. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *