Segel Kios Pasar Pagar Dewa Dibuka, Ini Penjelasan Kepala Pasar

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Kota Bengkulu – Segel yang sempat dipasang oleh pihak Koperasi Bangun Wijaya di sejumlah kios di pasar Pagar Dewa akhirnya dibuka.

Pelepasan segel dilakukan setelah dilaksanakannya mediasi antara pihak Koperasi Bangun Wijaya selaku pengelola pasar dengan Persatuan Pedagang Pasar Pagar Dewa (P4D) yang dihadiri oleh pihak Disperindag kota Bengkulu pada Kamis (28/7) kemarin.

Hasil mediasi dituangkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak diketahui oleh Kadis Disperindag kota Bengkulu, Bujang HR, dan Kepala UPTD Pasar Disperindag, yang disaksikan oleh anggota kepolisian Polsek Selebar dan Polres Bengkulu.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala pasar Pagar Dewa, Marhan, ketika dihubungi oleh Satujuang.com melalui sambungan telepon, Jum’at (29/7/22).

“Alhamdulillah, pedagang dengan kami sudah mendapatkan kesepakatan bersama, setelah pihak Disperindag menyatakan akan menuntaskan persoalan yang selama ini ada di pasar Pagar Dewa,” ungkap Marhan.

Pihak Disperindag menyatakan siap untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini terjadi di pasar Pagar Dewa.

Dimana masalah utamanya yaitu simpang siurnya Surat Keterangan Menempati (SKM) keluaran Disperindag dengan SKM keluaran Koperasi Bangun Wijaya di tengah para pedagang.

Dalam perjanjian itu juga dinyatakan bahwa P4D siap mengikuti aturan yang ditetapkan pihak Koperasi dan siap tidak berjualan atau beraktifitas lagi di sana jika melanggar.

“Kita berharap ini semua nanti selesai tanpa timbul masalah baru. Disperindag sudah menyatakan siap untuk menyelesaikan,” imbuh Marhan.

Jadi, lanjut Marhan, saat pertemuan nanti akan dibahas semua persoalan SKM yang selama ini simpang siur di tengah para pedagang.

“Kalau ada oknum yang bermain soal SKM ini, semoga akan terbuka semua secara bersama dalam pertemuan kedepan, agar persoalan ini tuntas,” ujarnya.

Yang jelas, kata Marhan, penyegelan yang terjadi kemarin itu bukan melarang pedagang untuk berjualan, tetapi ini demi kebaikan bersama kedepan.

“Kita sangat welcome kepada semua pedagang tanpa terkecuali, tapi kan kita tetap harus rapi administrasi, harus sesuai aturan. Ini semua demi kemajuan pasar Pagar Dewa, kalau pasar kita ini maju, kan pedagang juga yang akan menikmati hasilnya nanti,” tuturnya.

Soal pernyataan Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, Marhan berterima kasih karena perhatian yang diberikan pihak Pemerintah Kota.

“Terima kasih pak Wawali Dedy atas perhatiannya, namun untuk diketahui kami selaku pengelola sudah melakukan banyak hal sebelum melakukan penyegelan,” jelas Marhan.

Diantaranya, pihak pedagang sudah diberikan surat pemberitahuan hingga enam kali, sudah dilakukan sosialisasi langsung bahkan selalu diingatkan, akan tetapi pihak pedagang tidak menggubris.

“Sangat benar bahwa para pedagang punya hak untuk menempati tempat berjualan, akan tetapi harus tetap sesuai aturan. Bagaimana pasar bisa maju, jika mereka tidak ada kontribusi kepada pengelola,” tambahnya lagi.

Mengakhiri keterangan, Marhan mengatakan, bahwa mereka tidak bermaksud membuat resah para pedagang.

Justru kata dia, demi para pedagang dan PAD Kota Bengkulu, mereka selaku pengelola pasar akan di merelokasi pasar jadi lebih bagus dan megah dengan dana pribadi tanpa bantuan dari pemerintah.

“Kalau pasar jadi rapi dan indah serta memberikan PAD yang besar, tentunya Pemkot juga nanti yang akan menikmati,” tutupnya.

Disisi lain, Sekretaris P4D, Fiki, membenarkan bahwa kios yang mereka tempati untuk berdagang telah dilepas segelnya.

“Sudah dibuka, sementara menungggu proses pembicaraan dengan kepala Koperasi,” sampainya melalui pesan Whatsapp.

Terkait kesepakatan hasil dari pertemuan antara P4D, Koperasi dan Disperindag, dirinya mengarahkan untuk bertanya langsung dengan kepala pasar Pagar Dewa

“Itulah kesepakatannya pak, langsung dengan kepala pasar aja, yang buat kesepakatan kan pak Marhan dengan perwakilan pedagang,” tuturnya.

Sementara, terkait kapan rencana akan diadakan pertemuan kembali, Kepala Disperindag kota Bengkulu, Bujang HR, belum menanggapi pesan Whatsapp dari Satujuang.com hingga berita ini ditayangkan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *