Jakarta- Sebelum menggelar aksi unjuk rasa didepan Mabes Polri, para aktivis dari Bengkulu masukkan laporan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Tadi kami telah melakukan koordinasi kepada pihak KPK sebelum melengkapi berkas yang akan disampaikan beberapa hari kedepan,” ungkap Rustam Efendi, salah satu aktivis, Senin (10/4/23).
Dikatakan Rustam, kedatangan mereka direspon poditif oleh pihak KPK, selama 2 jam mereka melakukan diskusi di ruangan pengaduan masyarakat (Dumas).
Dari sederet perkara yang mereka bawa dari Bengkulu, di mana deretan perkata itu akan mereka sampaikan juga di Mabes Polri.
“Ada beberapa kasus yang kami anggap layak menjadi atensi penegak hukum terkhususnya KPK, karna sejauh ini banyak dugaan korupsi di daerah jalan ditempat,” tutur Rustam yang juga merupakan ketua umum Front Pembela Rakyat (FPR) ini.
Seperti diketahui, dikabarkan sebelumnya, sekelompok aktivis terdiri dari beberapa perwakilan Ormas, dikabarkan akan melaksanakan aksi didepan Mabes Polri Jakarta pada hari ini (Selasa, 11/4)
Informasi terhimpun, para aktivis ini terdiri dari tokoh Mayarakat Kabupaten Lebong yang tergabung pada Forum Komunikasi Rakyat Demokrasi (FKRD).
Mereka mau mendesak Kapolri, agar segera menurunkan TIM dari Mabes Polri untuk Segera menuntaskan kasus-kasus yang mandek proses pengusutannya dari Tahun 2018 hingga tahun 2022.
Para aktivis akan melakukan aksi damai dengan jumlah peserta diperkirakan sekitar 50 orang, yang akan dimulai pada Pukul 09.00 Pagi hingga selesai. (Red)






