Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Brantas Diteruskan dengan Upaya Intensif

Satujuang, Blitar – Upaya pencarian korban, Safrian Adinata (20) yang tenggelam saat mencari ikan dengan metode nglanet di Sungai Brantas, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, terus dilakukan oleh tim gabungan.

Menurut laporan resmi yang diterima, korban merupakan seorang pelajar. Saat kejadian, ia tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek berwarna hitam.

“Korban tenggelam belum diketemukan hingga saat ini,” kata Kapolsek Srengat Kompol Randhy Irawan.

Kejadian ini, bermula ketika Safrian bersama 8 rekannya pergi ke sungai untuk mencari ikan.

“Pada saat itu, korban bertugas untuk menghadang ikan yang mengambang akibat obat lanet. Ketika mereka berenang ke tepi Selatan sungai, korban tiba-tiba meminta tolong dan kemudian tenggelam,” jelasnya.

Pencarian hari ke dua, Selasa (8/4/25) dilakukan oleh sekitar 30 petugas yang terdiri dari BPBD, Basarnas, dan kepolisian. Mereka menyisir aliran sungai sejauh lima kilometer dari titik terakhir korban terlihat.

“Kami menggunakan dua unit perahu karet, satu perahu arung jeram, dan satu perahu kano untuk mendukung pencarian,” tandas Andariis Dwi Prasetyo, anggota Unit Siaga SAR Malang Raya.

Tim pencarian juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai.

“Kedalaman sungai bisa lebih dari dua meter, sehingga sangat berbahaya bagi yang tidak mahir berenang,” tegas Andariis.

Pencarian korban akan dilanjutkan hingga tujuh hari ke depan, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Kami terus berusaha agar upaya pencarian ini membuahkan hasil,” pungkasnya. (Herlina)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *