Oknum Polisi Kondisi Mabuk Berkendara Motor Ugal-ugalan saat Hari Raya Nyepi di Bali

Satujuang, Bali – Sebuah insiden menggegerkan terjadi di Bali ketika seorang oknum polisi diduga menerobos jalanan pada hari raya Nyepi tanpa alasan mendesak pada Sabtu (29/3/25).

Oknum polisi tersebut, yang diketahui tidak membawa surat dispensasi maupun surat jalan, tampak mengemudi dengan sembrono.

Dugaan semakin menguat ketika rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa ia tampak dalam pengaruh alkohol.

Dalam video yang viral itu, 2 pria terlihat diamankan oleh pecalang di Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Salah satu dari keduanya, yang mengenakan seragam polisi dan diduga berinisial MC, membuat kasus ini semakin memanas.

I Ketut Subanda, Bendesa Adat Sumbersari, mengungkapkan bahwa aroma alkohol yang tercium dari kedua tersangka menunjukkan bahwa mereka baru saja mengonsumsi minuman keras sebelum kejadian.

Menurut keterangan Subanda, kedua pria tersebut mengendarai sepeda motor dengan cara ugal-ugalan sekitar pukul 12.00 siang.

Pecalang (Keamanan Adat Bali) setempat menghentikan mereka untuk memeriksa dokumen perjalanan, meskipun sempat terjadi perdebatan di antara para tersangka saat penahanan.

Setelah didata, kedua oknum tersebut diantar ke Gilimanuk dan diserahkan kepada Pecalang Desa Adat Gilimanuk untuk penanganan lebih lanjut.

Menanggapi insiden ini, pihak kepolisian langsung mengambil sikap tegas. Kombes Ariasandy, Kabid Humas Polda Bali, menyatakan bahwa keterlibatan anggota Polri dalam insiden ini telah mencoreng nama baik institusi, dan oknum terkait sedang diproses secara hukum oleh Polres Jembrana Bali.

Mengenai dugaan pengaruh alkohol, Kombes Ariasandy menambahkan bahwa penjelasan lebih lanjut akan disampaikan melalui rilis resmi dari Polres Jembrana.

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, mengimbau agar tindakan tegas segera dijatuhkan jika oknum tersebut terbukti melanggar aturan.

Ia mengungkapkan bahwa tersangka sudah diminta untuk menyampaikan permintaan maaf di hadapan Bendesa Adat Gilimanuk dan Bendesa Adat Sumbersari.

Insiden tersebut terjadi di tengah perayaan Nyepi, di mana seluruh warga Desa Adat Sumbersari tengah menjalankan ritual Catur Brata Penyepian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *